Berita

Politik

Jas Rakyat Galang Mosi Tak Percaya Pada Negara Bila Ahok Tak Ditangkap

RABU, 26 OKTOBER 2016 | 06:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Arus tekanan umat Islam terus bergelombang terkait dengan dugaan penistaan kitab suci oleh Basuki Thahaja Purnama. Dan pada 4 November 2016 nandi, pemusatan aksi besar di Jakarta akan menjadi keputusan politik rakyat banyak atas organisasi Negara yang kita miliki.

"Jika Ahok tidak ditangkap. Kami galang mosi tidak percaya pada negara. Ini merupakan bentuk manifestasi politik dari pernyataan negara gagal menegakkan keadilan. Negara gagal karena dikendalikan oleh para mafia dan politisi busuk. Sehingga rakyat menarik kepercayaan pada Negara," kata Ketua Jas Rakyat, Yudi Syamhudi Suyuti, di Jakarta (Rabu, 26/10).

Menurut Yudi, mosi tidak percaya pada negara ini karena negara tidak mampu menegakkan keadilan, tidak mampu menjaga hubungan antar umat agama, merusak demokrasi dan melanggar hak asasi manusia. Dan yang paling berbahaya, negara sengaja menciptakan kejahatan.


"Mosi tidak percaya ini kita bangun bersama rakyat, maka kita akan teruskan untuk ambil alih negara bersama rakyat sebagai langkah selanjutnya. Jadi kita minta pada Presiden, MPR, DPR untuk serius bekerja menyikapi soal Ahok," tegasnya.

Yudi mengingatkan, kepercayaan rakyat pada Negara saat ini sudah rusak. Korupsi, penghisapan sumber-sumber daya alam demi kepentingan pemodal, perampokan sumber-sumber kemakmuran, penindasan negara pada rakyatnya, pelanggaran hak asasi manusia dan berbagai kejahatan negara pada rakyat. Sementara persolan-persoalan yang menyakitkan belum selesai, tiba-tiba muncul penistaan agama dilakukan oleh Ahok yang merupakan seorang Gubernur.

"Ini menjadi puncak kemarahan umat Islam dan rakyat banyak Indonesia.  Jika polisi takut menangkap Ahok, sudah pasti karena perlindungan Presiden. Dan jika MPR dan DPR juga tidak mampu bekerja menyelesaikan masalah ini, Rakyat sebagai Pemilik Negara akan ambil alih Negara ini," demikian Yudi. [ysa]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

UPDATE

Polri Evaluasi Penggunaan Senpi Buntut Kasus Iptu N di Makassar

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:58

Luhut Usul Pembentukan Satgas Khusus Imbas Konflik Israel-Iran

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:39

Selebgram Klaim Dijadikan Tersangka dan Ngadu ke Kapolri

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:10

Perang Timur Tengah Siap-siap Bikin APBN Babak Belur

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:55

Warga Temukan Bayi Mungil Ditemani Sepucuk Surat di Gerobak Nasi Uduk

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:31

Iran Pertegas Kembali Fatwa Haramkan Senjata Nuklir

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:08

Berikut Jadwal One Way hingga Contra Flow di Tol Trans Jawa saat Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:45

Luhut: Spirit Rakyat Iran Tidak Pernah Goyang

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:21

Rapimnas IKA-PMII, Bedah Dampak Gejolak Timteng Terhadap Ekonomi RI

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:05

50 Lansia Dhuafa di Depok Terima Santunan Ramadan

Kamis, 05 Maret 2026 | 22:58

Selengkapnya