Di hadapan warga RW 2, Kelurahan Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan pihaknya menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR agar masyarakat memahami Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Diakui Hidayat, saat ini di tengah masyarakat banyak penyimpangan dari nilai-nilai Pancasila. Seperti adanya gerakan separatis dan perilaku menyimpang atau LGBT.
"Karena mereka tidak paham dengan Pancasila," ujarnya, Minggu (23/10).
Dipaparkan juga bahwa UUD 1945 telah mengalami beberapa amandemen. Dalam UUD 1945, jumlah pasalnya di bawah seratus, sekarang UUD hasil amandemen memuat pasal lebih banyak.
"Ini kalau tidak disosialisasikan masyarakat tidak paham," kata Hidayat.
MPR, lanjut Hidayat, diberi tugas oleh undang-undang untuk melakukan sosialisasi. Selama ini sosialisasi diberikan kepada seluruh elemen masyarakat dengan menggunakan berbagai metoda.
Upaya sosialisasi dirintis sejak dirinya menjadi ketua MPR 2004-2009. Apa yang diinginkan itu didukung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bagi Hidayat Nur Wahid, sosialisasi ini seharusnya juga dilakukan oleh pemerintah.
"Karena pemerintah mempunyai jangkauan ke seluruh daerah," ujarnya.
Dipaparkannya, dulu pada masa Presiden Soeharto, sosialisasi Pancasila dilakukan sangat masif. Bahkan ada lembaga BP7. Meski demikian ditegaskan sosialisasi saat ini bukan dengan cara indoktrinasi.
[wah]