Berita

Pertahanan

Wakapolri Cek Kesiapan Brimob Hadapi Pilkada Serentak 2017

SELASA, 18 OKTOBER 2016 | 13:50 WIB | LAPORAN:

Wakapolri Komjen Pol Syafruddin mengecek kesiapan Korps Brimob Polri dalam menghadapi berbagai situasi dan agenda-agenda ke depan jelang pengamanan Pilkada Serentak 2017 di Kelapa Dua, Depok, Selasa (18/10).

"Brimob merupakan kebanggaan Polri dan kebanggaan bangsa Indonesia," kata Syafruddin saat ditemui wartawan.

Pada kesempatan tersebut Syafruddin sempat bertatap muka dengan anggota Korps Brimob dan penyematan warga kehormatan gegana serta pelopor. Ia lantas menceritakan sejarah Brimob yang dulunya bernama Mobrig dan berbagai pergantian.


"Namun jati dirinya tidak pernah berganti yaitu polisi berjuang. Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, pasukan yang tersolid saat itu yang dimiliki bangsa Indonesia adalah Brimob yang dipimpin oleh M. Yasin," ujarnya.

Menurut dia, kondisi keamanan global regional dirasakan kurang kondusif seperti fenomena Arab Spring dan Laut China Selatan yang perlu dicermati karena ini adalah bagian dari kawasan tersebut.

"Situasi ini akan berimplikasi terhadap situasi aspek keamanan di Indonesia," jelas dia.

Polri adalah penanggung jawab seluruh aspek keamanan. Andalan utama adalah Brimob. Oleh karena itu, lanjut dia, pimpinan sangat memberikan perhatian.

"Makanya saya datang langsung ke sini untuk memotivasi dan mengecek langsung kesiapan Brimob," katanya.

Komjen Syafruddin sempat menyaksikan peragaan-peragaan keterampilan Brimob. Ia ditemani Kapolda Metro Jaya Irjen Iriawan dan Kakor Brimob Irjen Murad.

Selain itu, ia meminta Brimob tetap jaga netralitas, tingkatkan kemampuan fisik pribadi, kemampuan teknologi, tingkatkan kemampuan intelijen. Jaga soliditas di dalam satuan maupun antar satuan dan institusi lain.

"Jangan ada lagi bentrok dan selisih paham dengan TNI misalnya. Apabila negara dan bangsa kita solid maka akan menjadi kuat dan disegani bangsa lain," pungkasnya.[wid]


Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya