Berita

Nusantara

Gebrak Jogyakarta: Jangan Tinggalkan Anak Muda

SABTU, 15 OKTOBER 2016 | 08:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sejak dideklarasikan sebagai kampung wisata budaya pada awal September 2016, Langenastran menunjukan keunikannya. Selain menggali potensi budaya yang ditinggalkan sebagai warisan para leluhurnya terutama karena letaknya berada di dalam wilayah Keraton Jogyakarta (Jeron Beteng), Langenastran juga seperti mengingatkan pentingnya anak muda ikut membangun sebuah cita-cita mulia.
 
Hal ini ditunjukkan dengan munculnya video di Youtube yang berjudul "Gileee… Langenastran !!! Dokumenter Kampung Langenastran Wisata Budaya Yogyakarta" (https://www.youtube.com/watch?v=KqTNhDve1LQ).

Munculnya video ini terkait dengan digelarnya "Batik & Batok Night" di Kampung Langenastran pada Sabtu sore (15/10), yang akan dibuka Istri Wakil Gubernur Jogyakarta, GKBRAY. A Paku Alam X dan dihadiri oleh keluarga Kraton Yogyakarta, serta para tokoh nasional termasuk Mantan Menhan Purnomo Yusgiantoro dan Wakasad Letjen TNI (Pur) Kiki Syahnakri.
 

 
Humas Kampung Langenastran, Dr Y. Sri Susilo SE, M.Si mengatakan, para sesepuh kampung menyadari pelestarian warisan budaya leluhur tidak mungkin dapat dilakukan tanpa melibatkan anak muda. Anak muda harus diberi kepercayaan untuk mulai belajar mengenal lingkungan sekitar terutama terkait dengan pemahaman tentang sejarah di mana keluarga mereka bertumbuh.
 
"Oleh karena itu kami mempercayakan rekam warisan budaya kepada generasi muda yang rata-rata berusia 18 tahun. Dengan kepercayaan yang diberikan, anak muda Langenastran belajar untuk melihat, dan merekamnya menjadi suatu karya yang dapat didokumentasikan. Dokumentasi itu merupakan sejarah perjalanan hidup mereka juga," ujar Susilo.
 
Oleh Susilo yang dosen FE Universitas Atma Jaya Yogyakarta ini dijelaskan lebih lanjut bahwa, kepercayaan itu termasuk menyerahkan sepenuhnya cara pandang anak muda terhadap kampungnya dan terhadap sejarah budaya Indonesia.
 
Bersama dengan 11 temannya, Rian Nugroho yang merupakan warga Langenastran dipercaya untuk menggarap video untuk kepentingan promosi kampung wisata budaya Langenastran. Mereka adalah Rizky Yulianto, Risang Ksatria, Elian Hanif, Arif Triad, Veda Natalia, Istiana Meiranti, Lintang Muliana, Khaira Nova, Audita Arum, Ageng Prabowo dan Elrafiga. Kesebelas anak muda ini adalah teman sekampus yang masih semester satu. Rian juga mengajak Amalina Apriliasari dan Birgitta Arania sebagai talent alias model.

"Kami bukan siapa-siapa dan ini merupakan video kami yang pertama. Jangan bandingkan kami dengan mereka yang sudah professional. Namun karena kami diberi kepercayaan untuk membuat film dokumenter warisan budaya, suka tidak suka, kami juga perlu belajar mengenai banyak hal," ujar Rian Nugroho yang bertindak sebagai sutradara.
 
Menurut pengakuan Rian, sekalipun ini bukan film dokumenter yang komersial, timnya yang bernama Play_On Production bersama-sama melakukan riset terlebih dahulu atas bangunan klasik yang akan dijadikan obyek pengambilan gambar. Mereka juga studi mengenai sejarah kata "Langenastro" yang merupakan nama untuk pasukan "paspamres" Sultan Hamengkubuwon II. Belajar bersama mengenai bangunan klasik tempo dulu, kemudian membuka cakrawala baru tentang arti sebuah sejarah, budaya dan pelestarian.
 
"Ada bangunan tempo dulu yang terpelihara, ada bangunan yang  memiliki keistimewaan tiada dua, ada bangunan klasik tetapi biasa saja namun dulu tempat orang terkenal karena berjasa terhadap Kraton Jogyakarta. Hanya saya yang berasal dari Kampung Langenastran tetapi keterlibatan rekan satu tim kemudian membuat mereka juga melihat sesuatu tentang sejarah kampungnya," ujar Rian.
 
Rian mengaku bahwa hanya dirinya yang berasal dari Langenastran, Yogya dan sementara teman-teman lainnya berasal dari Jogya, Temanggung, Ponorogo, Klaten, Purwokerto, Magelang, Boyolali. Selain di Youtube, hasil kerja satu minggu tim Play_On Production juga telah ditayangkan di videotron di beberapa titik di Jogyakarta termasuk, Malioboro, Jalan Brigjen Katamso dan Jogya Expo Center. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya