Berita

Politik

Menteri Puan Dorong Pelajar Tekuni Seni Membatik

MINGGU, 02 OKTOBER 2016 | 14:55 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sebagai kekayaan dan warisan bangsa Indonesia yang sudah diakui dunia, batik harus terus dilestarikan. Salah satunya dengan menularkan ilmu membatik kepada generasi muda, terutama para siswa sekolah.

"Kita butuh banyak guru dan pelatih karena membatik ini perlu keterampilan khusus yang hanya dikuasai oleh anak bangsa Indonesia," kata Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, saat membuka Pameran Batik Indonesia Pusaka Dunia sebagai rangkaian peringatan Hari Batik Nasional yang digelar Yayasan Batik Indonesia di Jakarta (Minggu, 2/10).

Puan menambahkan, anak-anak yang sudah pandai sebenarnya memiliki masa depan yang sangat cerah. Sebab, saat ini banyak industri batik yang kekurangan tenaga terampil, ditambah permintaan pada batik khas dan asli Indonesia yang semakin banyak.


"Anak-anak  yang sudah terampil bisa disambungkan dengan industri batik. Sebab negara lain tidak ada yang bisa meniru dan menyamai batik asli khas Indonesia," jelas Puan.

Cucu proklamator kemerdekaan Ir. Soekarno ini menuturkan, batik imitasi dan printing dari negara lain sempat membanjiri Indonesia. Namun pada akhirnya mereka hancur karena secara kualitas kalah dengan batik asli Indonesia.

"Enggak ada yang bisa mengalahkan batik Indonesia karena memang dari sinilah aslinya. Mulai dari jenis dan warna catnya, titiknya, dan dorengnya. Sangat khas dan beda dibanding negara lain. Ini spesialis anak bangsa yang tidak bisa diambil negara lain," jelasnya.

Lebih jauh Puan mengungkapkan, batik bukan sekedar seni biasa, namun ada banyak arti yang tersimpan dari seni membatik. Misalnya Batik Parang sebagai batik tertua di Indonesia dan sudah ada sejak Keraton Solo dan Wonogiri dahulu.

Batik Parang ini bercorak huruf S dengan sudut dari tinggi ke rendah dari titik diagonal. Bentuk ukirannya mengibaratkan rangkaian saling jalin-menjalin, bermakna kebersamaan. "Batik Parang juga mengandung simbolisasi ombak samudera yang menggulung-gulung sebagai ungkapan semangat kerja," jelas Puan. [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya