Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) akan memiliki 'bos' baru untuk periode 2016-2020. Dua kandidat calon Ketua Umum PRSI, Anindya Bakrie dan Syamsu Rizal, akan menggantikan Sandiaga Uno yang mengundurkan diri.
Anindya yang berprofesi sebagai pengusaha akan bertarung dengan Syamsu yang saat ini masih menjabat Ketua PRSI Provinsi Riau. Keduanya akan memperebutkan 32 dukungan pengurus PRSI daerah dalam musyawarah nasional yang digelar hari ini di Jakarta.
Ketua Penjaringan Calon Ketua Umum PRSI 2016-2020, Sarman Simanjorang, mengatakan Anindya sementara ini mendapatkan empat dukungan seperti dari pengurus provinsi Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tenggara. Sedangkan Syamsu mendapat tiga dukungan dari PRSI Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
"Kedua kandidat ketum masih mungkin mendapatkan dukungan susulan dari pengurus-pengurus PRSI daerah yang lain dalam musyawarah nasional," katanya.
Menurut Sarman yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Organisasi PB PRSI, munas adalah forum pengambilan keputusan tertinggi dalam organisasi. Jadi segala sesuatu bisa terjadi dalam musyawarah ini. Ia berharap pemimpin terpilih merupakan yang terbaik dan bisa mengangkat prestasi olahraga akuatik Indonesia.
Syamsu mengatakan siap mengemban tugas berat yang dinanti ketua umum PB PRSI meski saat ini meninggalkan banyak pekerjaan rumah (PR) selepas ditinggal Sandiaga Uno yang mundur dari jabatannya karena ikut berlaga dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017.
"Saya siap memajukan olahraga akuatik sekaligus mengakomodir pembinaan dan kejuaraan-kejuaraan PRSI provinsi. Saya ingin membawa PB PRSI mengejar ketertinggalan prestasi dalam kejuaraan-kejuaraan multi-olahraga seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade kedepannya guna meraih prestasi," ucap dia.
Sementara Anindya mengatakan ketua umum organisasi kehadirannya dalam Munas PRSI 2016 untuk mendengarkan aspirasi dari pengurus-pengurus PRSI daerah serta dari para pelatih cabang-cabang olahraga yang masuk dalam rumpun akuatik.
Saat ditanya syarat caketum PRSI yang harus memiliki waktu untuk organisasi sekaligus memajukannya Anindya mengatakan sosok ketua umum tidak mungkin tidak memberikan perhatian, meski memiliki kesibukan sebagai pengusaha.
"Ketua umum itu kan juga tidak mungkin menjalankan organisasi sendiri," jelasnya.
[zul]