Berita

Sandiaga Uno

Politik

Nah, Sandiaga Uno Mulai Berani Menyerang Ahok

RABU, 28 SEPTEMBER 2016 | 18:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Indonesia adalah negara hukum. Pemprov DKI Jakarta seharusnya menghormati prinsip tersebut dalam konteks penggusuran dan relokasi terhadap warga Bukit Duri, Jakarta Selatan, yang dilakukan hari ini (Rabu, 28/9).

Jika proses hukum yang diajukan oleh warga masih berjalan di pengadilan dan belum menemukan keputusan final, maka Pemprov Jakarta harus tetap menunggu kepastian hukum sebelum melakukan langkah selanjutnya.

"Kalau sekarang hukumnya masih simpang siur dan ada pendapat hukum yang masih silang pendapat, maka itu akan menimbulkan keresahan di dalam masyarakat," ujar bakal calon wakil gubernur (Cawagub) D‎KI Jakarta, Sandiaga Uno, saat ditemui di kediaman Boy Sadikin, Jalan Borobudur Nomor 2, Jakarta, Rabu (28/9).


Dia melanjutkan, jika kepastian hukum sudah ada maka apapun isinya harus disosialisasikan warga. Warga yang akan digusur, sambungnya, harus diajak berbicara terlebih dahulu. Intinya, ada tindakan yang memanusiakan manusia dalam proses tersebut.

"Seorang pemimpin harus bisa berdiri di atas semua kepentingan dan menyatukan apa yang dinginkan Jakarta. Pak gubernur (Basuki Purnama atau Ahok) kan belum cuti, jadi harusnya datang ke sana, harus gentleman, sebagai ksatria," sesal Sandiaga yang berpasangan dengan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta menggusur pemukiman warga di Bukit Duri, Jakarta Selatan, dan memindahkan warga ke Rumah Susun Sewa Rawa Bebek, Jakarta Timur.

Tindakan penggusuran ini disesalkan banyak pihak. Selain masih berproses di pengadilan, warga Bukit Duri pernah diberi janji tidak akan digusur oleh Pemprov DKI Jakarta, melainkan ditata dengan membangun kampung susun yang manusiawi di Bukit Duri. [ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya