Berita

Foto/Net

Olahraga

Wagub DKI Ke Bandung, Bicara Soal Kecurangan

PON XIX, 2016 Jawa Barat
RABU, 28 SEPTEMBER 2016 | 08:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dugaan kecurangan yang ter­jadi di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX, 2016 di Jawa Barat memaksa Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat angkat bicara.

Anak buah Megawati Soekarnoputri itu menyebut perilaku tidak terpuji itu merusak olahraga nasional dan meruntuhkan men­tal atlet. "Kita tidak puas dengan pelanggaran-pelanggaran yang ada dan tidak profesionalnya sistem pertandingan dengan cara keberpihakan kepada tuan rumah," kata Djarot saat jumpa pers di Hotel Patra Jasa, Dago, Kota Bandung, kemarin.

Menurutnya, berbagai kecurangan yang ditemukan selama penyelenggaraan PON bukan hanya terjadi pada atlet asal Jakarta, tapi juga dari daerah lain yang kecewa berat karena sesi latihan yang dilakukan berbulan-bulan dirusak oleh tindakan yang melanggar sportivitas itu.


Selain memberikan dukungan kepada para atlet DKIJakarta, kedatangan Djarot ke Bandung dimanfaatkan untuk mengam­bil pelajaran bagi pelaksanaan Asian Games 2018.

Sementara itu tim kricket Bali tampil tak terbendung mengulang sukses meraih juara di nomor T20’Sdalam PON XIX setelah mengalahkan tim Jabar di final dengan skor 177-94.

Dengan medali emas di nomor T20’Sputra, itu berarti Bali putra berhasil mengoleksi dua medali emas dalam PON XIX.

Tim cricket DKI Jakarta tidak mau ketinggalan dengan tim Bali yang mengumpulkan dua medali emas lewat tim putri yang diambil di nomor T8's dan T20’S.

"Kami berharap prestasi di PON XIX kali ini dapat diting­katkan ke jenjang yang lebih tinggi. Karena selain dipertand­ingkan di SEA Games Malaysia tahun 2017, cricket juga digelar di Asian Games tahun 2018 di Jakarta," ungkap Wakil Ketua PP PCI, bhiram Singh.

Sementara itu strategi jitu yang diterapkan pelatih Husny Ray turut mengantarkan petinju DKI, Diandra Pietres meraih medali emas. Dalam laga yang digelar di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, kemarin, Diandra yang turun dikelas 54 kg putri meraih kemenangan tpis 3-2 atas petinju Papua, Norbetha Tajum, di partai final.

DKI masih menyisakan dua wakilnya di parti final yakni Aldom Sugoro dan Vicky Montolalu. Jelang penutupan PON XIX, beberapa provinsi-provinsi telah menyabet gelar juara um­um di beberapa cabor andalan. DKI Jakarta misalnya, keluar sebagai juara umum cabang atletik. Walau masih menyisakan empat nomor final, raihan DKI sudah tidak bisa dikejar kontin­gen lainnya.

Seperti dikutip laman resmi PBPON, kemarin, tim dari ibu kota itu sudah mengemas 14 emas, tiga perak dan satu perunggu. Raihan ini jauh men­inggalkan kontingen lainnya, seperti Jawa Barat yang hanya berhasil mendulang lima emas, 10 perak dan enam perunggu.

Untuk cabor golf diraih oleh Jawa Timur. Pada pertandin­gan yang digelar di Bandung Giri Gahana Golf and Resort, Sumedang itu, Jawa Timur sukses mengumpulkan total per­olehan empat medali emas, satu perak dan tiga perunggu.

Empat medali emas bagi Jatim diperoleh dari nomor perorangan putra lewat Jonathan W, peroran­gan putri oleh Inez Beatrice, beregu putri, dan foursome putri lewat pasangan Inez Beatrice/ Nanda Winet.

Sedangkan cabor terjun payung juara umumnya menjadi milik kontingen Lampung usai merebut tiga emas.

Final Sepakbola Gratis

Final antara tuan rumah Jawa Barat melawan Sulawesi Selatan untuk memperebutkan medali emas sepak bola di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (28/9/2016) pu­kul 19.00 WIB, tidak dipungut biaya alias gratis.

"Hasil rapat CDM tadi pagi dibahas soal tiket untuk final sepak bola dan telah diputuskan tiket untuk laga final cabor sepak bola gratis," kata Ketua PB PON XIX Iwa Karniwa di Bandung, Selasa (27/9/2016).

"Tiket tetap ada, namun di­pastikan itu tiketnya gratis," jelas Ketua PBPON XIX Iwa Karniwa di Bandung, kemarin.

Iwa optimistis laga final ca­bang olahraga sepak bola PON XIX yang akan disiarkan oleh MNCTV ini bisa berlangsung aman dan lancar. ***

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Melangkah Penuh Harapan, Pertamina Jaga Kesiapan Pasokan Jelang Idulfitri

Rabu, 04 Maret 2026 | 20:10

Cerita Tobat Mantan Penambang Ilegal Pongkor

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:59

KPK: Tidak Ada Informasi Fadia Arafiq Ditangkap saat Bersama Gubernur Jateng

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:43

Antisipasi Perang Dunia, AHY Ajak Perkuat Soliditas Hadapi Skenario Terburuk

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:40

Tips Mudik Aman dan Nyaman Tanpa Khawatirkan Rumah Kosong

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:17

Presiden Prabowo Batal Hadir Bukber Partai Demokrat

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:09

Tak Benar MBG Ganggu Anggaran Pendidikan

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:02

Sudah Dibuka, Ini Cara Daftar Mudik Gratis 2026 Pertamina

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:53

Spesifikasi Xiaomi 17 dan Daftar Harganya di Indonesia

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:38

Gubernur Jateng Bantah Bersama Bupati Pekalongan saat OTT KPK

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:33

Selengkapnya