Berita

Politik

Menteri Puan: Mahasiswa Bagian Penting Gerakan Nasional Revolusi Mental

SELASA, 27 SEPTEMBER 2016 | 19:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Revolusi Mental merupakan prasyarat penting dalam upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat dalam bidang politik, mandiri dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan berlandas-kan semangat gotong royong. Revolusi Mental dimaksudkan sebagai Gerakan Hidup Baru yang bertujuan menanamkan rasa percaya diri pada diri sendiri dan kemampuan sendiri, menanamkan optimisme dan daya kreatif di kalangan rakyat dalam menghadapi rintangan/kesulitan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Revolusi Mental adalah bagian dari proses untuk membentuk karakter bangsa, agar bangsa kita dapat mewujudkan cita-cita kemerdekaan, yaitu merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, yang berdasarkan Pancasila," kata Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani saat memberikan kuliah umum di U‎niversitas Brawijaya Malang (Selasa, 27/9).

Kuliah umum yang disampaikan Menko PMK bertajuk "Peran Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Revolusi Mental." Dalam acara ini, Menko PMK didampingi Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty, anggota DPR  Ahmad Basarah, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, Deputi Menko PMK Bidang Pendidikan dan Agama Prof. Dr. R. Agus Sartono beserta rombongan lainnya.


Sebagai pengantar kuliah umum, Menko PMK menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Unbraw yang sudah menginisiasi terwujudnya Gerakan Nasional Revolusi Mental di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus mengapresiasi semakin majunya Universitas Brawijaya dibanding kunjungan Menko PMK beberapa waktu sebelumnya.

Di tengah krisis yang mendera mental-kultural bangsa berupa korupsi, SARA, individualisme, isu kesenjangan, krisis sosial lainnya seperti hilangnya karakter, dan lunturnya nilai gotong royong, maka Revolusi Mental dinilai sangat perlu untuk dihidupkan kembali sebagai suatu terobosan menjawab segala krisis karakter bangsa tadi.

"Gerakan Nasional Revolusi Mental harus dimulai dari diri sendiri dan diawali dari hal-hal yang kecil dan ringan, selanjutnya berkembang ke suatu yang besar dan menjadi gerakan sosial yang luas oleh segenap rakyat," jelas Puan Maharani.

Di bidang pendidikan tinggi, salah satu bentuk nilai Revolusi Mental adalah penyaluran beasiswa oleh pemerintah kepada mahasiswa kurang mampu yang berprestasi. Dengan program ini, maka akses kepada pendidikan tinggi semakin merata dan mengurangi ketimpangan. Pemerintah ingin wujudkan bangsa dan negara yang berdaulat dalam bidang politik, mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Ketiganya sejalan dengan yang digelorakan oleh Bung Karno sebagai Trisakti, yang mencakup 3 ranah; ranah mental-kultural, ranah material ekonomi dan ranah politik. Ketiga ranah tersebut kini perlu dilakukan perubahan yang dipercepat/revolusi untuk mencapai tujuan Revolusi Pancasila, yaitu mewujudkan perikehidupan kebangsaan dan kewargaan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, berlandaskan Pancasila, imbuh Puan Maharani.

Menko PMK juga menyitir pidato Bung Karno yang mengatakan  bahwa "Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia."

"Sebagaimana Bung Karno, saya pun yakin akan peran dan kemampuan pemuda dalam membawa bangsa ini pada perubahan kehidupan yang lebih baik. Pemuda yang akan mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian. Mahasiswa adalah bagian dari pemuda yang dimaksudkan oleh Bung Karno. Perguruan Tinggi berperan membentuk dan mengasah karakter calon pemimpin bangsa tersebut," tegas Menko PMK.

Peran pemuda dan mahasiswa sangat penting dan strategis dalam menghadapi bonus demografi Indonesia. Peran nyata perguruan tinggi dalam masyarakat adalah dengan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata.

"Laksanakan Program Kuliah Kerja Nyata tematis Revolusi Mental sebagai wujud kontribusi mahasiswa untuk menjadi agen perubahan masyarakat," tambah Menko PMK.

Perguruan Tinggi dapat menjalankan Revolusi Mental di antaranya dengan mewujudkan kampus yang bebas dari Korupsi, Bebas dari Narkoba, Bebas dari Radikalisme, Bebas dari Plagiarisme. Kampus yang memiliki karakter Pancasila, akan menanamkan karakter itu kepada para mahasiswa. Bila itu terwujud, Perguruan Tinggi akan melahirkan generasi penerus yang memiliki karakter yang dibutuhkan untuk membangun dan mensejahterakan bangsa. [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya