Berita

Olahraga

Yayuk: Tim Muay Thai Terlantar Mestinya Jangan Lepas Dari Kontingen Induk

SELASA, 27 SEPTEMBER 2016 | 11:57 WIB | LAPORAN:

Mantan atlet dan anggota Komisi X DPR, Yayuk Basuki punya pandangan tersendiri terhadap kasus terlantarnya sembilan atlet muay thai PON Sulawesi Tengah di Terminal Manggarai, pekan lalu.

Menurutnya, tim muay thai tersebut seharusnya tidak boleh terpisah dari kontingen induknya.

Demikian dikatakan Yayuk di Jakarta Senin (26/9) malam.


Kader PAN asal Yogyakarta itu menyebutkan, secara umum pemberitaan terlantarnya atlet muaythai ini masih simpang siur. Di satu sisi media massa memblow up berita tersebut sehingga tersebar begitu luar biasa.

Namun belakangan muncul klarifikasi dari PB Muay Thai Pusat dan Gubernur Sulteng Longki Janggola bahwa keberangkatan tim Muaythai tersebut tanpa koordinasi dengan pihak terkait.

Longki sendiri menyebutkan, Sulteng sejak awal menyatakan tidak mengirimkan cabang Muay Thai, yang termasuk cabor eksibisi ke PON 2016 Jawa Barat. Adapun cabor eksibisi yang dikirimkan hanyalah Gateball dan Yong Moodo.

"Saya justru mempertanyakan tim Muay Thai Sulteng. Mengapa mereka seolah melepaskan diri dari tim induknya, yakni kontingen olahraga Sulawesi Tengah ke PON. Seharusnya semua cabang olahraga yang akan bertanding di PON, berkoordinasi dengan Konida, Pengda cabor di provinsi tersebut serta Pemerintah Daerah masing-masing," kata Yayuk, yang pernah meraih ranking 19 tunggal putri dunia di era 1980 an itu.

Jika ada koordinasi, menurut Yayuk, tentu Pemda Sulteng serta Pengda Muay Thai Sulteng seyogyanya bertanggung jawab pada tim dari cabang olahraganya yang berangkat ke PON.  

"Mereka kan hanya direkomendasi oleh Pemda Kabupaten Morowali. Kalau tidak berkoordinasi dengan institusi lainnya, ya tanggungjawabnya pada ofisial masing-masing tim," kata Yayuk.

Lebih lanjut Yayuk menceritakan, saat aktif menjadi atlet, tim tenis Yogyakarta selalu berkoordinasi dengan Pemda DIY maupun PB Pelti Yogyakarta.

Mereka selalu beriringan baik saat berangkat, bertanding, maupun pulang ke daerah. "Kalau cabang yang sudah selesai bertanding, tapi PON belum selesai. Kita wajib tetap di tempat dan menjadi suporter tim cabor lainnya untuk DIY," ujar Yayuk.[wid]


Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya