Berita

Foto/Net

Olahraga

Wasit Asing Diduga Berat Sebelah

PON Jawa Barat 2016
SENIN, 26 SEPTEMBER 2016 | 08:58 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kehadiran wasit interna­sional ternyata tak mampu men­dongkrak mutu Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat (Jabar) 2016. Buktinya, wasit asing ternyata terindikasi me­menangkan tuan rumah, dengan segala cara.

Sinyal ini tertangkap dari cabang olahraga (cabor) anggar. Atlet Jawa Timur (Jatim) yang pernah mewakili Indonesia di Olimpiade London 2012, Diah Permatasari dipaksa kalah oleh wakil tuan rumah, Alida Mega Putri Salim dengan skor 10-15. Mental Dian hancur habis-habisan di pertandingan ini.

Sebab, ketika skor seri, wasit asing asal Thailand selalu mem­berikan poin untuk wakil Jabar. Setelah pertandingan usai, Diah langsung menangis tersedu-sedu. Merasa anak buahnya dicurangi, manajer anggar Jatim, Muhammad Rudiansyah berang. "Semua orang yang nonton dan lihat pasti tahu. Ketika musuh tuan rumah, bukan hanya pemain yang terlibat, tapi semua orang terlibat. Berat kalau musuh tuan rumah," kata Rudi kepada awak media kemarin sore.


Rudi mengungkapkan, sebe­lum lomba sempat terjadi kerib­utan antara PB IKASI dan PB PON masalah wasit. "Kemarin masih ribut. Tuan rumah dan PB IKASI sama-sama menyodorkan nama-nama wasit. Kehadiran wasit asing harapannya netral, tapi ternyata seperti itu," keluh Rudi.

Hans Nayoan, technical delegate cabor anggar membenar­kan jika ada human error yang dilakukan wasit. Hans men­gungkapkan, penunjukan wasit berasal dari PB PON, bukan PB IKASI. "Wasitnya dari PB PON. Tapi kita minta surat perjanjian bahwa harus ikut aturan," ucap Hans sembari pergi meninggal­kan awak media.

Tim estafet 4 X 100 me­ter putri DKI Jakarta sukses merebut medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat yang ber­langsung di Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, kemarin.

Estafet putri yang dibintangi Dedeh Erawati, Emilia Nova, Yuslina, dan Irene Alisjahbana tak tertandingi oleh dua pesaing­nya dalam perburuan menuju garis finis, yakni Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Tim estafet putri DKI masuk finis paling depan dengan catatan waktu 46,07 detik. ***

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Melangkah Penuh Harapan, Pertamina Jaga Kesiapan Pasokan Jelang Idulfitri

Rabu, 04 Maret 2026 | 20:10

Cerita Tobat Mantan Penambang Ilegal Pongkor

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:59

KPK: Tidak Ada Informasi Fadia Arafiq Ditangkap saat Bersama Gubernur Jateng

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:43

Antisipasi Perang Dunia, AHY Ajak Perkuat Soliditas Hadapi Skenario Terburuk

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:40

Tips Mudik Aman dan Nyaman Tanpa Khawatirkan Rumah Kosong

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:17

Presiden Prabowo Batal Hadir Bukber Partai Demokrat

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:09

Tak Benar MBG Ganggu Anggaran Pendidikan

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:02

Sudah Dibuka, Ini Cara Daftar Mudik Gratis 2026 Pertamina

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:53

Spesifikasi Xiaomi 17 dan Daftar Harganya di Indonesia

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:38

Gubernur Jateng Bantah Bersama Bupati Pekalongan saat OTT KPK

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:33

Selengkapnya