Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli: Bangsa Ini Terlalu Besar Untuk Bertopang Pada Pragmatisme Kerdil

JUMAT, 23 SEPTEMBER 2016 | 23:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Secara resmi ada tiga pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur DKI Jakarta. Yaitu pasangan Ahok-Djarot, Anis Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus-Sylviana Murni.

Tokoh perubahan Rizal Ramli, yang sempat digadang-gadang para aktivis pro-demokrasi dan sejumlah ormas, akhirnya tak menjadi calon gubernur. Rizal pun mengucapkan banyak terima kasih kepada lebih dari  50 organisasi masyarakat yang membujuk, berdoa dan berjuang bersama-sama mengubah Jakarta menjadi lebih manusiawi, tanpa tangisan, lebih adil dan lebih asyik.

"Terimakasih terutama kami ucapkan untuk nelayan, rakyat yang digusur semena-mena, kaum marhaen, tokoh-tokoh NU, Muhamadiyah, para habib, tokoh Budha, tokoh Kong Hu Chu, teman-teman pergerakan dari berbagai angkatan, teman-teman alumni ITB, masyarakat Betawi, Sunda, Minang, Jawa, Batak, Maluku, Ambon, Papua, Tinghoa dan Nusa Tenggara di Jakarta. Semuanya begitu bersemangat untuk memperbaiki Jakarta," kata Rizal dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 23/9).


Dengan rendah hati, Rizal memohon maaf atas berbagai salah kata dan salah tindakan. Juga bila ada kesalahannya yang selama ini terlalu mengandalkan modal sosial, dan kurang memahami bahwa modal finansial sangat menentukan di era demokrasi liberal yang padat modal ini.

"Ketergantungan itu membuat politik semakin pragmatis dan menjauh dari kepentingan rakyat," jelas Rizal.

Namun demikian, Rizal tetap bersyukur. Sebab apapun dikerjakan untuk kemakmuran bersama tersebut dilakukan dengan kehormatan dan penuh integritas.

"Kami juga bersyukur bahwa dinamika ini membuka kesempatan untuk memperjuangkan nilai-nilai, misi dan program untuk kesejahteraan bersama. Kita tidak boleh menyerah. Bangsa ini terlalu besar, dan cita-cita konstitusi kita terlalu mulia, untuk bertopang hanya pada pragmatisme kerdil. Viva Republika, viva kekuatan rakyat," demikian Rizal. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya