Aroma kecurangan di ajang PON 2016 terus terjadi. Setelah kasus judo dan gantole saat wasit dituding memihak tuan rumah, kini giliran terjadi di venue sepatu roda, kompleks GOR Saparua Bandung, kemarin.
Indikasi kecurangan muncul, setelah lintasan ternyata belum dilengkapi timer digital. Akibatnya, perlombaan sepatu roda hanya memakai timer manual, stopwatch.
"Ini kelas PON kok pakai manual? Sangat riskan kalau selisih waktunya tipis apalagi di nomor ITT," ungkap Manajer Sepatu Roda Jawa Timur, Bambang Eko Purnomo.
Selain itu, lanjut Bambang, hasil penghitungan waktu tidak diumumkan satu persatu setelah atlet tampil. Namun baru diumumkan setelah seluruh atlet menyelesaikan perlombaan,
"Di Kejuaraan apapun, kalaupun pakai manual, langsung diumumkan satu persatu catatan waktunya. Tidak menunggu seluruh selesai," ujarnya.
Kekhawatiran Jatim akan terjadi kecurangan di nomor ITT akhirnya terbukti. Di kelas ITT 300 meter putra, hasil penghitungan panitia, tidak sama dengan catatan waktu beberapa kontingen.
Hasil panitia menyatakan atlet Jawa Barat mendulang medali emas atas nama Azmi Al Ghifari Djayadi dengan catatan waktu, 00.26.256 detik. Disusul Mirko Andrasari dari DKI Jakarta 26.258 detik di posisi kedua. Sedangkan medali perunggu diraih Jatim, Reza Oktoriyanto (00.26.463 detik).
Sementara catatan waktu dari tim DKI Jakarta dan Jatim medali emas harusnya jatuh atlet DKI. Sementara official DKI sempat mempertanyakan hasil pertandingan ke panitia pertandingan. "Kalau dari catatan waktu kami, harusnya DKI yang menang," ujar Bambang Eko.
Beralih ke cabang berkuda DKI Jakarta tampil mengesankan untuk memborong dua medali emas dari nomor eventing perorangan dan beregu kompetisi equestrian di Detasemen Kavaleri Berkuda (Denkavkud) Parongpong, Lembang, kemarin.
Peraihan dua medali emas dari nomor trilomba disiplin berkuda ketangkasan (
equestrian) cabor berkuda ini cukup mengejutÂkan mengingat eventing tidak ditargetkan oleh tim berkuda DKI Jaya. Target dua medali emas dari disiplin equestrian dibebankan dari nomor dressage pembinaan (U21) dan dressage open (utama).
Torehan dua medali emas dari cabor berkuda disiplin equestrian ini tentunya juga amat membanggakan Pengprov Pordasi DKI Jaya karena sekaÂligus menjadi stimulan yang berharga ditengah persaingan ketat kontingen DKI Jaya dan Jatim dalam "memperebutkan" posisi kedua dalam klasemen umum perolehan medali. DKI Jaya sempat disalip Jatim sejak Rabu sore, dan pergulatan perÂolehan medali hari Kamis ini bisa menentukan posisi kedua kontingen untuk hari-hari beriÂkutnya. ***