Berita

Olahraga

Walk Out, Tim Renang DKI Akan Laporkan PON Jabar Ke FINA

JUMAT, 23 SEPTEMBER 2016 | 09:37 WIB | LAPORAN:

Tim renang DKI memutuskan walkout dari pertandingan di PON XIX Jawa Barat karena adanya batasan usia dalam technical hand book (THB), yakni 26 tahun.

Kontingen DKI mundur dari pertandingan pertama nomor solo technical routine putri yang berlangsung di kolam renang UPI, Bandung, Kamis (22/9) pagi.

Manajer tim renang Indah DKI M. Rudy Salahuddin Ramto menegaskan, aturan THB tersebut tidak sesuai aturan. Pasalanya, THB sebelumnya telah diklarifikasi oleh kontingen DKI jauh-jauh hari. Bahkan, sudah mendapatkan surat dari PB PRSI, KONI Pusat, hingga komisi keabsahan. Sehingga, atlet yang bersangkutan pun bisa mengikuti PON.


Surat tersebut dikeluarkan komisi keabsahan pada 15 September. Namun, ketika technical meeting pada Selasa (20/9), THB yang dibagikan hasil klarifikasi.

"Jadi ini memang ada permainan kalau saya lihat, THB itu memang sengaja, dengan alasan sudah dicetak, kami sudah bilang bahwa itu tidak sesuai," tegasnya.

Bahkan, menurut Rudy, techinal delegated yang sudah menerima surat tersebut, mengaku tak masalah. Namun, hanya karena enam daerah lain mempermasalahkan, akhirnya dilakukanlah voting.

"Makanya sudah begitu mau dilakukan voting, sudah pasti kalahlah. Satu banding enam," terangnya.

Menurut Rudy, jika tidak keluar, itu berarti mereka menjalankan aturan yang salah.

"Ini aturan jelas dari PB, komisi keabsahan. Itu yang jadi masalah. Kami punya harga diri. Mereka itu pasti takut melihat atlet kami. Sampai besok maupun lusa pun kami tidak akan ada yang turun,"’ jelasnya.

Kontingen DKI pun berencana melaporkan permasalahan itu hingga ke federasi dunia olaharga akuatik, FINA.

"Kami akan lapor ke FINA. Semua akan kami tempuh dari PB PON, KONI. Bahwa aturan dari Ketum KONI dan PB PON tidak digubris,’" terangnya.

Pasalnya, saat babak kualifikasi PON 2015 juga tidak ada batasan usia. Peraturan berubah detik-detik menjelang PON. Padahal, pembinaan sudah dilakukan cukup lama. Bertahun-tahun, hanya untuk persiapan PON.

"Kami mundur di semua pertandingan, kan ada tiga nomor. Kami menyayangkan, pengorbanan anak-anak itu kan sudah bertahun-tahun. Mengorbankan sekolah, biaya, tenaga. Kalau hanya untuk pemaksaan kehendak egois daerah bukan di PON lah mestinya," kritik  Rudy.[wid]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya