Berita

Istimewa

Politik

Satpol PP Pasang Spanduk Kampanye, Ahok: Itu Fitnah!

RABU, 21 SEPTEMBER 2016 | 19:05 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membantah telah menginstruksikan Satpol PP untuk memasang spanduk dukungan Ahok-Djarot di jalan-jalan ibukota. Isu tersebut cuma fitnah dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ahok menegaskan, foto yang menjadi blackcampaign tersebut adalah foto bulan Juni 2016. Saat itu Ahok menginstruksikan para Satpol PP untuk menurunkan spanduk-spanduk dukungan pasangan calon gubernur DKI Jakarta, termasuk spanduk yang memampangkan wajahnya.

"Itu bukan pasang spanduk, Itu fitnah. Itu adalah tahun 2016 bulan Juni. Saya perintahkan orang yang pasang spanduk untuk diturunkan‎," jelasnya saat ditemui di Kantor DPP Nasdem, Cikini, Jakarta, Rabu (21/9).


Mantan bupati Belitung Timur itu meminta semua orang untuk lebih teliti mengamati gambar provokasi tersebut. Menurutnya, jika diperhatikan dengan baik, maka Satpol PP yang berdiri di samping spanduk sebenarnya sedang mencoba menurunkan, bukan memasang.

"Coba diperhatikan itu masang apa sobek? Itu sobek. Itu blackcampaign yang pengecut dan nggak kreatif, itu justru Satpol PP kita perintahkan buka," sambungnya.

Sebelumnya, media sosial dihebohkan gambar yang memperlihatkan Satpol PP DKI sedang memegang spanduk dukungan pasangan cagub Ahok-Djarot.

Sebuah tulisan yang mengarahkan pembaca berasumsi bahwa Ahok-Djarot menyalahi wewenang dengan mengarahkan Satpol PP untuk membantu proses kampanye, ikut disertakan dalam foto tersebut.

"Baru juga diumumkan 18 September 2016, belum resmi daftar dan jadwal kampanye, sudah langgar aturan. Sejak kapan Satpol PP malah pasang spanduk kampanye? Biasanya Satpol PP itu tugasnya tertibkan dan turunkan spanduk kampanye yang langgar aturan keindahan kota. Mana Bawaslu/Panwaslu? Apa sudah disuap Ahok?," demikian bunyi tulisan tersebut.

Gambar yang menunjukkan lokasi foto diambil di sekitar Pengadilan Agama Jakarta Pusat tersebut, beredar luas dimasyarakat, terutama melalui jejaring sosial, pada Rabu (21/9). [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya