Berita

Politik

Menteri Nasir Diduga Perdagangkan Jabatan Rektor, KPK Harus Usut

RABU, 21 SEPTEMBER 2016 | 16:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

  Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir, diduga telah memperdagangkan jabatan rektor pada universitas negeri. Apalagi disebutkan, setiap calon dalam pemilihan rektor harus menyiapkan mahar sekitar Rp 3-5 miliar.

Wakil Direktur Madrasah Anti Korupsi, Virgo Sulianto Gohardi, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera mengusut kasus tersebut.

"Hal ini menindaklanjuti laporan Ombudsman La Ode Ida yang menerima berbagai laporan terkait hal tersebut," jelas Virgo lewat pesan singkat petang ini.


"Dugaan rente jabatan rektor oleh Menristek Dikti juga banyak mendapatkan laporan dari banyak pihak, hal ini terkait suara 35% Menristek Dikit dalam penentuan jabatan rektor," sambung aktivis anti korupsi ini.

Informasi tersebut memang sebelumnya disampaikan Komisioner Ombudsman yang membidangi pengawasan sumber daya manusia dan sumber daya alam, Laode Ida.  Mantan Wakil Ketua DPD RI yang banyak menulis buku termasuk soal NU ini, mengakui laporan yang diterima tersebut masih harus diinvestigasi.

Karena itu pihaknya juga telah menyurati Menteri Nasir untuk mengklarifikasi. Namun, mantan Rektor Universitas Diponegoro itu belum merespons.

Sementara menurut Virgo, selain Ombudsman, KPK juga harus segera mengusut dugaan kasus tersebut demi kepentingan rasa keadilan publik.

"Ombudsman seharusnya juga melaporkan laporan tersebut ke KPK agar ditelusuri," demikian Virgo Sulianto Gohardi.

Menteri Nasir sendiri sudah membantah kemarin. Malah dia mengaku belum menerima surat dari Ombudsman. [zul]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

SETARA Institute: Libatkan TNI Berantas Terorisme, Supremasi Sipil Terancam

Senin, 19 Januari 2026 | 16:15

KPK Amankan Uang Ratusan Juta saat OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:11

Kemenkum Harus Aktif Awasi Transisi KUHP

Senin, 19 Januari 2026 | 16:07

KPK Benarkan Tangkap Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:01

Noel Cs Didakwa Terima Rp6,52 Miliar Hasil Pemerasan Sertifikasi K3

Senin, 19 Januari 2026 | 15:54

Ada Peluang Revisi UU Pemilu Pakai Metode Omnibus

Senin, 19 Januari 2026 | 15:46

Jangan Batasi Ruang Belajar dan Kerja Diaspora

Senin, 19 Januari 2026 | 15:40

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Penundaan Revisi UU Pilkada Bisa Picu Persoalan Baru

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Pembahasan Revisi UU Pemilu Dibagi Dua Tahapan

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Selengkapnya