Tim putra polo air DKI Jakarta sukses mempertahankan gelar sebagai tim terkuat di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) usai meraih medali emas pada edisi ke-19 pesta olahraga nasional terbesar itu di Jawa Barat.
Tim ibukota mempertahankan supremasinya setelah pada partai final di Kolam Renang Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (20/9) mengalahkan tuan rumah Jabar dengan skor 14-9.
Pertandingan puncak cabang polo air berlangsung ketat di dua kuarter pertama. Tuan rumah Jabar yang merupakan kuda hitam dalam cabang polo air dan didukung penuh suporter tuan rumah, mampu mengimbangi permainan DKI Jakarta yang dipenuhi atlet nasional. Meski demikian, DKI Jakarta tetap mampu menjaga keunggulan.
Rezza Auditya Putra dan kawan-kawan mulai bisa lepas dari tekanan tuan rumah di kuarter ketiga. Anak asuh Edoardus Calvin Legawa itu akhirnya mampu melebarkan jarak skor dari tuan rumah melalui sejumlah gol yang diciptakan punggawanya. Keunggulan DKI Jakarta terus bertambah hingga menyudahi pertandingan 14 -9.
Rezza, sang kapten mengatakan, di dua kuarter pertama, ia dan rekan-rekannya merasakan sekali tekanan dari tuan rumah dan suporternya. Tapi kejadian sehari sebelumnya, saat atlet DKI Jakarta menjadi korban dari aksi rusuh semifinal antara Jabar dan Sumatera Selatan, memberikan motivasi tambahan bagi tim DKI Jakarta untuk meraih prestasi.
Kami juga sudah sering bersama dalam setiap kesempatan, sehingga sudah siap memgantisipasi segala bentuk tekanan. Tapi di dua kuarter pertama, kami akui tekanannya besar sekali. Kami besyukur dan senang bisa mempersembahkan medali emas bagi kontingen DKI Jakarta,†kata Rezza seusai pertandingan.
Pertandingan antara DKI Jakarta dan Jabar di final polo air putra dijaga ketat oleh aparat keamanan yang terdiri dari Polisi Pamong Praja, Polri, dan TNI. Panitia pelaksana pun berusaha menjaga objektivitas pertandingan dengan mendatangkan wasit dari luar negeri. Hingga pertandingan berakhir, pertandingan berjalan dengan kondusif.
"Kami bangga dengan hasil ini karena ini membuktikan atlet DKI Jakarta itu bukan atlet yang mudah diintimidasi. Buktinya, atlet kami yang menjadi korban di peristiwa sehari sebelumnya, sekarang maaih turun bertanding dan ikut membawa DKI jadi juara," kata ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta, Raja Sapta Ervian yang ikut menonton pertandingan
.[wid]