Berita

Foto: RMOL

Nusantara

Warga Pademangan Barat Kesal Akses Jalan Ditutup PT KAI

SELASA, 20 SEPTEMBER 2016 | 10:37 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Warga RW 14 Pademangan Barat, Jakarta Utara mengecam penutupan akses jalan yang sering digunakan masyarakat sejak puluhan tahun lalu di dekat stasiun Rajawali oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Pasalnya, penutupan akses jalan dengan tembok tersebut berdampak sosial, ekonomi, dan budaya.

"Kami mengerti dengan adanya program dari PT. KAI tentang penembokan di sepanjang rel kereta api, tapi tolong pikirkan dampaknya bagi masyarakat," ujar Ketua RW 014, Abdul Muhni dalam keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Selasa, 20/9).


Muhni mengaku pengurus wilayah sudah berkali-kali memberikan surat pernyataan penolakan kepada PT. KAI melalui Kepala Stasiun Rajawali. Penolakan itu dilakukan dengan harapan ada jawaban untuk dialog.

"Tapi sayang, surat kami dijawab dengan langsung melakukan penutupan tanpa pihak PT. KAI menjawab surat kami," tambahnya.

Sementara itu, anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Pademangan Barat dari RW 14, Arie Puriawan mengatakan bahwa akibat penutupan akses jalan tersebut, warga mengalami dampak ekonomi berupa berkurangnya pendapatan bagi yang berdagang maupun pengojek motor.

"Belum lagi dampak sosial yang ditimbulkan karena itu satu-satunya akses terdekat untuk warga kami menaiki kendaraan umum termasuk menaiki kereta commuter line," sambungnya.

Arie menambahkan, pihak PT KAI seharusnya menyiapkan dulu solusi sebelum menutup akses jalan tersebut. Misalnya, berkoordinasi dengan pihak Pemda DKI seperti pembuatan Jembatan Penyebrangan Orang ( JPO ), sehingga program pemerintah tetap jalan dan kepentingan warga tidak terganggu.

"Kehidupan sehari-hari kami sudah susah malah tambah susah akibat penutupan akses jalan tersebut," kesalnya.[wid]


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya