Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

PDIP Diingatkan, Cuma Rizal Ramli yang Mampu Kalahkan Ahok

SENIN, 19 SEPTEMBER 2016 | 21:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO



RMOL. Langkah strategis-ideologis harus segera diambil PDIP dalam menyongsong Pilkada DKI 2017. PDIP harus mempelopori kepemimpinan Koalisi Kekeluargaan, yang berada di luar pendukung Ahok, untuk menyelamatkan Jakarta.

"Ini saatnya PDIP menunjukan kualitas dan kapasitasnya sebagai partai pelopor yang selalu berpihak kepada wong cilik demi menyelamatkan Kota Jakarta yang semakin amburadul di bawah kepemimpinan Gubernur Ahok," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Studi Kebangsaan 1998 (LASTIKA'98) Nuryaman Berry Hariyanto saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (19/9).


‎Di bawah komando PDIP, lanjutnya, Koalisi Kekeluargaan akan semakin solid bahkan massif melawan calon petahana. Sehingga bisa dipastikan, potensi mengalahkan Ahok cukup besar. Tapi dengan syarat, calon gubernur yang diusung Koalisi Kekeluargaan ini harus memiliki kredibilitas dan integritas kuat yang bisa membuat Ahok merinding dan menggigil ketakutan.  

"Dari sejumlah nama bakal calon gubernur yang sudah beredar di publik saat ini, seperti RR (Rizal Ramli), Yusril dan Sandi Uno, yang memiliki energi besar untuk mengalahkan Ahok adalah Rizal Ramli. Karena selain cerdas dan bersih, Rizal Ramli dikenal memiliki integritas, komitmen dan keberpihakan yang kuat kepada rakyat kecil. Dan ini sejalan dengan visi, misi, dan fatsun PDIP," ulas Berry.

Demi membela wong cilik yang semakin termarjinalkan akibat kepongahan Ahok, PDIP harus menunjukkan kelasnya sebagai partai besar yang berkomitmen terhadap nilai-nilai kerakyatan. Caranya, dengan menantang head to head Ahok di Pilgub DKI 2017.

Jika sikap politik itu dilakukan, masih lanjut Berry, maka PDIP akan kembali mengukir sejarah penting bagi rakyat. Sejarah menumbangkan kekuatan rezim lama yang tidak pro rakyat, persis seperti saat reformasi menumbangkan rezim orde baru dan memenangkan Jokowi mengalahkan sisa-sisa kekuatan rezim SBY.

"Namun dengan syarat, penantang Ahok yang diusung PDIP harus yang powerfull dan berpotensi menang. Sepertinya, yang memiliki kriteria itu saat ini hanya ada di RR (Rizal Ramli). Sementara, perdebatan di internal PDIP terkait mengusung kader atau non kader, saya pikir hal itu sudah selesai. Karena, ternyata RR juga masuk kategori sebagai kader PDIP," tegas Berry.

Perseteruan antara Ahok dan Rizal Ramli terkait proyek Reklamasi Teluk Jakarta begitu sengit dipertontonkan di publik, beberapa waktu lalu. Dan jika akhirnya perseteruan head to head ini berlanjut di arena Pilkada DKI Jakarta, akan semakin seru dan bisa menjadi pendidikan politik yang baik buat bangsa ini.  

Jika calon gubernur yang maju hanya ada dua, head to head antara Ahok dan Rizal Ramli, ini akan menjadi critical moment yang luar biasa. Bayangkan di satu sisi Ahok dikenal sebagai gubernur yang membela mati-matian proyek reklamasi tanpa mempedulikan dampak sosial, ekologi dan lingkungan

"Sementara penantangnya, Rizal Ramli dikenal sebagai sosok yang membela wong cilik debgan menolak reklamasi karena dinilai merugikan masyarakat, khususnya nelayan. Ini pasti seru karena akan membongkar siapa good guy, siapa bad guy-nya. Siapa yang hak dan siapa yang bathil," pungkas Berry. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya