Berita

Moeldoko/Net

Olahraga

Moeldoko: Saya Tidak Mungkin Maju Kalau Tidak Didukung Pemerintah

SENIN, 19 SEPTEMBER 2016 | 11:32 WIB | LAPORAN:

Pencalonan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI periode 2016-2020 ternyata berdasar pertimbangan dan perhitungan yang sangat matang.

Moeldoko mengklaim, salah satu pertimbangan utama adalah ia mendapat dukungan pemerintahan Joko Widodo. Ia berharap, Kongres PSSI pada 17 Oktober mendatang berjalan demokratis dalam semangat rekonsiliasi yang kuat.

"Saya tidak mungkin maju mencalonkan diri jika tidak mendapat dukungan Pemerintah. PSSI itu anggota FIFA dan tunduk pada hukum FIFA. Tetapi sepakbola Indonesia adalah aset bangsa dan negara yang harus kita kelola bersama pemerintah. Dukungan pemerintah terhadap kepemimpinan PSSI mutlak sifatnya," ujar Moeldoko dalam keterangan persnya, Senin (19/9).


Moeldoko meyakini, dukungan pemerintah sangat menentukan maju mundurnya sepakbola di sebuah negara karena sepakbola memiliki dimensi luas, terkait politik, hukum, sosial, ekonomi, dan budaya sebuah negara bangsa.

Ia menggambarkan bagaimana risiko yang didapat jika PSSI tidak mendapat dukungan penuh oleh pemerintah. Euforia sepakbola Indonesia ketika menjadi tuan rumah Piala Asia 2007 dan Piala AFF tahun 2010 mendadak sirna begitu terjadi pertentangan antara pemerintah dan PSSI sejak awal tahun 2011.

Moeldoko menyatakan, kekisruhan organisasi PSSI dalam lima tahun terakhir berakar pada ketidakharmonisan antara PSSI dengan pemerintah. Ketidakharmonisan hubungan itu berdampak luas, baik antaranggota PSSI serta kinerja PSSI dan klub-klub maupun hubungan dengan FIFA. Nyaris selama lima tahun energi PSSI terkuras habis oleh dinamika yang penuh pertentangan. Sepakbola nasional pun kedodoran, mulai dari pembinaan pemain muda, kompetisi, hingga tim nasional.

Karena itu, Moeldoko sungguh berharap bahwa Kongres PSSI 17 Oktober mendatang mengusung spirit rekonsiliasi. Kongresnya harus berproses secara demokratis dan bermartabat. Demokratis berarti Kongres berjalan sesuai prinsip-prinsip demokrasi. Bermartabat artinya berjalan jujur dan bersahabat. Tidak ada kekerasan dan manipulasi, juga jauh dari politik uang.

"Ini era demokrasi. Saya seorang tentara, tetapi sangat menjunjung tinggi demokrasi. Kepemimpinan yang kuat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan.   Apalagi, mengurus sepakbola yang filosofinya adalah persahabatan, maka human relation menjadi kunci dalam leadership organisasi," jelasnya.

Mantan Pangdam Siliwangi itu pun mengajak seluruh stakehoders sepakbola Indonesia untuk meninggalkan kerikil-kerikil masa lalu dan sama-sama menatap masa depan dengan tekad yang bulat dan kuat untuk mengembalikan kejayaan sepakbola nasional.

"Dalam hidup saya, saya tidak suka ada kelompok-kelompok. Dulu waktu Panglima TNI, saya jaga betul soliditas karena saya meyakini soliditas akan melahirkan kohesivitas yang berujung pada munculnya produktivitas," terang lulusan AKABRI 1981 itu. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya