Berita

Shailene Woodley/Net

Blitz

Shailene Woodley, Punya Orang Tua Super Nyentrik

SENIN, 19 SEPTEMBER 2016 | 09:58 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Artis muda ini dikenal cukup tertutup jika sudah bicara tentang keluarganya. Tapi saat melakukan inter­view dengan The EDIT, Woodley sedikit bercerita tentang keluarga yang dini­lainya kacau.

Tapi, "kacau" di sini tak benar-benar berarti negatif. Bintang The Spectacular Now, The Fault in Our Stars dan Divergent ini tak bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk menggam­barkan bagaimana unik dan sempurnanya keluarganya.

"Keluargaku benar-benar 'kacau' di banyak hal, tapi mereka adalah segalanya bagiku. Mereka akan melaku­kan apa pun untukku dan aku akan melakukan apapun untuk mereka," ujar Woodley.


Keluarganya punya cara-cara unik dalam menyelesaikan masalah. Orang tuanya yang berprofesi sebagai psikolog dan konselor punya cara nyen­trik untuk menanganinya dan saudara laki-lakinya.

Sebagai contohnya, Woodley menceritakan ba­gaimana ayah ibunya menghukum dia dan saudaranya untuk saling berpelukan selama berjam-jam setelah mereka bertengkar.

Tak tanggung-tanggung, keduanya harus berpelukan di halaman rumah sehingga jadi tontonan tetangga-tetangga mereka.

"Sepanjang waktu kau begitu menggebu-gebu, membenci seseorang dengan energi yang be­gitu banyak, tapi jika kau melepaskannya, kau akan harus bertahan di sana lebih lama lagi. Itulah psikologi manipulatif yang diterapkan orangtuaku," curhat dara yang disebut penerus Jen­nifer Lawrence ini.

Woodley juga bercerita tak suka memakai celana jeans. "Aku tidak mengerti kenapa orang-orang begitu menggemari celana jeans karena bagian pinggangnya sangatlah ketat," bilangnya.

Ia juga mengaku lebih menyukai pakaian yang nya­man digunakan, ketimbang pakaian yang mengikuti za­man. "Aku lebih menyukai menggunakan sepatu oxford dan celana bahan daripada memakai sepatu hak dan baju yang mahal," pungkas Woodley. ***

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya