Rakyat DKI Jakarta perlu mengetahui arah program dari para kandidat yang akan maju dalam Pilgub DKI 2017.
Atas alasan itu juga kandidat gubernur DKI Jakarta, Rizal Ramli menjabarkan arah program yang akan disasarnya dalam membenahi Kota Jakarta.
Salah satu program itu adalah pembaharuan kota tanpa tangisan. Jika selama ini pembangunan kota di Jakarta selalu identik dengan penggusuran, maka Rizal berkomitmen sebaliknya.
"Jakarta ada cukup uang untuk membangun rusun. Di rusun itu juga bisa diberi taman dan tempat bermain. Sedang sisa tanahnya bisa ditenderkan ke swasta. Jadi Pemprov bisa untuk, rakyat juga aman tertata," jabar mantan ‎Menko Maritim dan Sumber Daya itu secara singkat saat menggelar evening coffee bersama awak media di Tebet Barat Dalam IV Nomor 5, Jakarta, Minggu (18/9).
Selain menata Jakarta tanpa tangisan, Rizal Ramli juga berniat menciptakan Jakarta sebagai kota yang asyik. Sebuah konsep yang bukan hanya fisik dibangun, tapi juga mengedepankan pembangunan roh dan jiwa masyarakat.
"Itu hanya bisa dibangun kalau Jakarta jadi pusat kebudayaan dan seni. Dulu Bang Ali bangun Jakarta sebagai pusat seni. Setelahnya, gubernur hanya fokus pada pembangunan fisik," sambung begawan ekonomi itu.
Rizal berniat untuk mengubah konsep Jakarta sebagai kota beton, dengan menanamkan seni dan budaya. Untuk itu, ia berencan membangun gedung kesenian yang besar di Jakarta, memperbaiki Taman Ismail Marzuki agar lebih monumental dan mengesankan, serta membangun pusat-pusat kesenian lain.
"Kita bangun monumen untuk seniman-seniman Indonesia, gedung untuk Ismail Marzuki, Benyamien Sueb, dan seniman-seniman lain. Ini supaya rakyat bisa mempelajari karya-karya mereka," sambungnya.
Menurut Rizal pula, penting membangun lapangan untuk kegiatan olahraga masyarakat Jakarta. Gambarannya, setiap kecamatan harus ada lapangan untuk bola, badminton, atau lainnya yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga.
"Jangan sampai sudah sumpek di Jakarta, terus buat main olahraga aja nggak ada tempat," seru menteri Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu
.[wid]