Berita

Bisnis

Ketimpangan Kepemilikan Lahan Telah Menyulut Konflik Dan Memakan Banyak Korban

JUMAT, 16 SEPTEMBER 2016 | 14:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketimpangan kepemilikan lahan selama ini telah menyulut terjadinya konflik di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan banyak menimbulkan korban akibat konflik agraria.

Demikian disampaikan Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria, Iwan Nurdin, kepada Kantor Berita Politik RMOL (Jumat, 16/9) saat dimintai pendapat atas pernyataan komisioner Komnas HAM Hafid Abbas.

Kemarin, Hafid mendesak Pemerintah meredistribusikan tanah-tanah yang dikuasai konglomerat. [Baca: Komnas HAM: Bagikan Ke Rakyat, Tak Ada Alasan Pengusaha Kuasai Lahan Jutaan Hektar]
 

 
"Laporan KPA memperlihatkan selama satu dekade (2004 -2014) jumlah pejuang agraria yang ditangkap mencapai 1.395 orang. Pada 2015, 278 petani/aktivis dikriminalkan, ditangkap, ditahan hingga dipidanakan secara paksa," ungkap Iwan Nurdin.

Lebih jauh dia menjelaskan saran Komisioner Komnas HAM tersebut sesungguhnya mandat operasional konstitusi kita dan mandat UU 5/1960 tentang Peraturan Dasar Pokok Pokok Agraria.

Program tersebut disebut dengan reforma agraria. Yaitu redistribusi tanah plus program program penunjang sehingga tanah yang diredistribusikan mensejahterakan dan produktif.

"Ketimpangan agraria yang terjadi, dimana konglomerasi bisa menguasai tanah maha luas, karena UUPA diselewengkan," ungkapnya.

Pada pasal 12 dan 13 UUPA misalnya diatur bahwa pemberian hak atas tanah bagi lapangan usaha harus diprioritaskan untuk usaha bersama, gotong royong, mencegah monopoli tanah dan penghisapan manusia atas manusia.

"Lapangan usaha semacam ini, dalam penjelasan dimaksudkan untuk membentuk kapital yang dimilik oleh masyarakat banyak," tandasnya. [zul]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya