Berita

Gatot Nurmantyo, Joko Widodo, Dan Ade Supandi/Puspen TNI

Pertahanan

Jokowi: Anggaran Alutsista Perlu Skala Prioritas, Terutama Berefek Strategis

JUMAT, 16 SEPTEMBER 2016 | 07:52 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo turut menyaksikan gelar puncak latihan tempur TNI AL Armada Jaya XXXIV tahun 2016 di Puslatpur Marinir Baluran, Situbondo, Jawa Timur, kemarin.

Presiden pun menekankan, pentingnya rutinitas latihan untuk meningkatkan profesionalisme dan kemampuan senjata.

"Latihan-latihan seperti ini akan terus kita lakukan dalam rangka meng-update, memperbaiki latihan-latihan yang disesuaikan dengan senjata-senjata strategis yang kita miliki, akan terus dilakukan secara rutin," kata Presiden yang didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf AL, Laksamana Ade Supandi.


Secara taktis dan strategis, ia menilai latihan tempur TNI AL ini telah mampu memperlihatkan pentahapan suatu operasi pertempuran, pendaratan, dan penguasaan wilayah.

"Kalau kemarin kita lihat pertempuran di laut dan kita lihat tadi pagi pendaratan ampibi di pantai dan ini pertempuran di darat oleh marinir, sudah kita lihat tahapan-tahapan bagaimana menguasai sebuah wilayah," papar  Jokowi.

Lebih lanjut menyikapi efisiensi anggaran dan alutsista TNI, Jokowi mengatakan bahwa diperlukan penentuan skala prioritas, terutama program yang dapat memberi efek strategis.

"Ini kan ada prioritas dan pemotongan anggaran seperti yang sudah saya keluarkan lewat Inpres agar untuk hal-hal yang tidak perlu dan tidak memberikan efek kepada apapun. Kita lihat kegunaannya, semua itu masih dalam kajian di KKIP dan dikalkulasi oleh Panglima TNI, saya kira itu masih proses,” terangnya.

Usai menyaksikan operasi pendaratan amfibi, Jokowi berlanjut di titik peninjauan T.12 untuk menyaksikan manuver pasukan Marinir beserta alutsistanya dalam operasi darat lanjutan. Aksi serbuan pasukan pendarat (Marinir) dalam penyelesaian sasaran dengan mengerahkan seluruh kemampuan tempur berupa prajurit, kendaraan tempur dan kesenjataan secara sinergis dalam rangka merebut sasaran dan menghancurkan musuh.

Latihan Armada Jaya XXXIV tahun 2016 melibatkan lebih dari 7 ribu prajurit TNI AL dan 39 kapal perang (KRI) berbagai jenis yang meliputi kapal selam, perusak kawal rudal, kapal cepat rudal, perusak kawal, angkut tank, buru ranjau, kapal tanker dan kapal bantu tunda.

Selain itu juga terdapat delapan unit pesawat udara dan kesenjataan Korps Marinir yaitu Howitzer 105 MM, RM-70 Grad, MLRS Vampire, BMP-3F, LVT-7A1, BTR-50, Kapa K-61, BVP-2, perahu karet beserta motor tempelnya dan kesenjataan bantuan infanteri.[wid]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya