Berita

Anies Baswedan/Net

Politik

Survei Poltracking: Anies Baswedan Cukup Menjanjikan di Pilkada DKI

KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016 | 17:52 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan muncul dalam survei bakal calon Gubernur DKI Jakarta dari Poltracking Indonesia. Popularitas, akseptabilitas kemudian elektabilitas Anies cukup menjanjikan jika maju di Pilkada DKI 2017.

Berdasarkan survei Poltracking Indonesia, elektabilitas Anies Baswedan sebagai bakal Cagub DKI Jakarta 8,92 persen. Di bawah petahana Basuki Tjahaja Purnama (40,77 persen), Tri Rismaharini (13,85 persen) dan Sanidaga Uno (9,23 persen).

Popularitas Anies cukup tinggi, yakni berada di peringkat empat dengan 71,79 persen. Posisi puncak ada petahana Basuki Tjahaja Purnama dengan 92,56 persen, Yusuf Mansur di peringkat kedua 79,49 persen dan Tri Rismaharini 72,82 persen.


Sementara akseptabilitas Anies berada di peringkat ke empat dengan 53 persen. Di bawah Basuki Tjahaja Purnama dan Tri Rismaharini 64 persen dan Yusuf Mansyur dengan tingkat penerimaan 63 persen.

"Nama yang mengejutkan dalam temuan survei kami adalah figur Anies Baswedan. Padahal belum ‎melakukan kegiatan politik sama sekali. Namun elektabilitasnya cukup menjanjikan," ungkap Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (15/9).

Menurutnya, Anies Baswedan masuk dalam bursa bakal Cagub DKI Jakarta dari sejumlah parpol antara lain Demokrat dan PPP. Tidak hanya Anies, Yusril Ihza Mahendra juga demikian.

Survei Poltracking Indonesia terkait Pilkada DKI 2017 dilakukan 6-9 September 2016 terhadap 400 responden di Ibu Kota menggunakan metode multi-stage random sampling. ‎Tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan margin of error 4,95 persen. [sam]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya