Berita

Foto/Net

Otomotif

IKM Otomotif Minta Impor Bahan Baku Dipermudah

Kalah Saing Dengan Perusahaan Besar
KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016 | 09:58 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pelaku Industri Kecil Me­nengah (IKM) untuk komponen otomotif mengaku kesulitan un­tuk menggarap pembuatan suku cadang motor dan mobil karena keterbatasan bahan baku. Karena itu, mereka meminta impor ba­han bahan baku dipermudah.

Sekjen Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif Indonesia (PIKKO) Rony Hermawan mengatakan, IKM otomotif belum mendap­atkan pembebasan bea masuk impor dari pemerintah. Ini ber­beda dengan industri besar yang mendapatkan kemudahan impor karena mendapatkan fasilitas negara, seperti Bea Masuk Di­tanggung Pemerintah (BMDP).

"Akibatnya biaya produksi meningkat yang mengakibatkan sulit bersaingnya harga kom­ponen di pasar," ujar Rony di Jakarta, kemarin.


Selain itu, pelaku IKM oto­motif juga tidak bisa impor langsung. Menurut dia, selama ini IKM otomotif masih keter­gantungan impor melalui para trader. Ini alasan utama ke­napa pelaku IKM komponen otomotif di Indonesia belum mampu membuat komponen asli produksi dalam negeri.

Karena itu, kata dia, sangat wajar jika IKM otomotif di Indo­nesia tidak bisa bersaing dengan negara lain. "Bahan baku kebu­tuhan komponen kita sebagian besar masih diimpor dari China dan beberapa negara produsen bahan baku lain," terangnya.

Selain itu, menurut Rony, akibat keterbatasan bahan baku membuat IKM otomotif tidak bisa berkembang dan hanya bisa membuat aksesoris mo­tor dan mobil. "Sekarang baru perusahaan industri komponen besar saja yang sudah mampu memproduksi komponen seperti suku cadang untuk mobil dan motor," jelasnya.

Ketua umum PIKKO, Rosa­lina Faried mengatakan, IKM terus berupaya memperluas jangkauan pasarnya. Dia op­timistis, meski dihimpit oleh pemain industri besar tapi IKM otomotif masih bisa berkembang dan memperluas pasar di dalam negeri. Bahkan para pekerjanya pernah mendapat kesempatan dididik negara Jepang.

Lebih lanjut, dia berharap, agar IKM mendapat perhatian juga dari pemerintah. Dia ingin, IKM otomotif dilibatkan dalam membuat suku cadang. "Kami juga ingin agar pelaku industri otomotif besar melakukan alih teknologi dan bekerja sama dengan IKM mengembangkan komponen otomotif yang lebih berkualitas," ucapnya.

Wilayah Khusus IKM

Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementerian Per­industrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih berencana mem­berikan sebuah kawasan khusus IKM, salah satunya bidang komponen otomotif. "Jadi, nanti rencananya kita mau bikin suatu kawasan yang namanya kawasan IKM untuk bahan jadinya," katanya.

Kawasan IKM tersebut juga akan berperan untuk mengevalu­asi dan menilai hasil produk jadi yang akan dijual ke industri besar dalam maupun luar negeri. Jika hasilnya bagus maka akan lebih mudah untuk diproses lagi untuk ke depannya. "Jika terjadi masalah, kawasan terse­but juga dapat menjadi pemecah masalah," ujar Gati.

Saat ini, kata dia, terdapat beberapa daerah potensial yang memproduksi komponen otomo­tif, seperti Tegal, Pekalongan, Purbalingga, Klaten dan Slawi. Kendati demikian, Gati tak ingin IKM dalam kawasan tersebut menjadi manja, justru ia berharap IKM memiliki nilai tawar lebih dengan menawarkan produk yang kualitasnya baik. ***

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

KAI Gelar Diskon Tiket Kereta 20 Persen, Cek Syarat dan Ketentuannya

Kamis, 26 Maret 2026 | 22:00

Anwar Ibrahim Lega Kapal Malaysia Bisa Lewat Selat Hormuz

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:58

Jadwal FIFA Series 2026 Timnas Indonesia Lawan Saint Kitts dan Nevis

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:49

Langkah Mundur Letjen Yudi Abrimantyo Sesuai Prinsip Intelijen

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:31

Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:15

Inggris Cegat Kapal Bayangan Rusia, Tuding Putin Raup Untung Minyak dari Perang

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:13

Prabowo Blusukan ke Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak untuk Warga

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:06

Prabowo Harus Berhati-hati dengan Pernyataan Ngawur Bahlil

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:01

Fatamorgana Ekonomi Nasional

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:34

“Aku Harus Mati”: Horor tentang Ambisi dan Harga Sebuah Validasi

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:20

Selengkapnya