Berita

Lady Gaga/Net

Blitz

Lady Gaga, Kecanduan Obat Anti Depresi

KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016 | 09:38 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sang Mother Monster gen­car mempromosikan Perfect Illusion. Di sela-sela kampa­nye, Gaga mengaku hingga kini masih bergantung pada obat-obatan untuk mengatasi depresi dan kecemasan. Biang keladi ketergantungan itu ada­lah ketenarannya sendiri.

Mengutip Contact Mu­sic, Gaga mengungkapkan bahwa memuncaknya karier yang dibangun secara tiba-tiba membuat dirinya mera­sa trauma akan ketenaran. "Saya merasa lelah dan seperti orang sekarat. Tak lama setelah merilis album terakhir 2013 lalu, saya merasa butuh waktu untuk menstabilkan diri," kata Gaga kepada Mirror.

Pemilik nama asli Stefani Joanne Angelina German­otta ini menambahkan, setelah kariernya memuncak ia tidak ingat apa pun soal euforia ketenaran seperti selebriti lain. "Saya perlu waktu untuk me­nyesuaikan kembali jiwa saya," katanya yang merasa tetap baik meski pertunangannya dengan aktor Taylor Kinney gagal.


Untuk menenangkan apa yang dihadapinya itulah Gaga mengaku kerap dibantu obat-obatan.

"Saya minum obat. Tapi saya tidak mengatakan saya merasa sepenuhnya baik karena obat-obatan. Saya tidak akan men­dorong anak muda bergantung pada obat antidepresi atau obat penenang hati," ujarnya.

Setelah berjuang keras men­gatasi depresi dan kecemasan, pelantun Bad Romance sudah merasa lebih baik kini.

"Saya ingin segera mening­galkan masa-masa di saat saya berusia 20-an. Dan saya seperti, 'Terima kasih saya mendapat­kannya. Anda muda, gila, dan liar. Selamat tinggal,'" ungkap­nya sambil berkata pada dirinya sendiri di masa lalu.

Gaga menepis gosip bahwa Perfect Illusion adalah tentang Taylor Kinney. "Aku sangat menyayangi Taylor. Lagu itu bukan tentang dia. Dia sa­habatku," katanya. "Bukan hanya tentang perasaanku, tetapi perasaan dia juga, teman-temanku, juga saudaraku," pungkas bintang film Ameri­can Horror Story ini. ***

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya