Berita

Politik

Menteri PMK Berharap UIN Raden Patah Bangun Keunggulan Yang Handal

SELASA, 13 SEPTEMBER 2016 | 16:04 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Universitas Islam Negeri (UIN) memiliki fungsi yang penting dan strategis dalam mengintegrasikan bidang keilmuan umum (sains dan teknologi) dan ilmu-ilmu ke-Islaman.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, saat memberikan Kuliah Iftitah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah yang bertema 'Peran Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Revolusi Mental' (Selasa, 13/9).

Kuliah Iftitah ini juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Anggota DPR RI Nazarudin Kiemas, Sukur Nababan dan Ismayatun, Ketua DPRD Sumatera Selatan Giri Ramanda N. Kiemas, Walikota Palembang Harnojoyo serta seluruh Civitas Akademika UIN Raden Fatah.


Puan pun mengucapkan selamat kepada seluruh Civitas Akademika UIN Raden Fatah, karena adanya transformasi dari IAIN menjadi UIN Raden Fatah.  Ke depan diharapkan UIN Raden Fatah dapat membangun keunggulan dan kompetensi yang handal. Puan juga mengatakan bahwa kemajuan pembangunan di Sumatera Selatan merupakan wujud gotong royong dari seluruh komponen masyarakat di Sumatera Selatan.
 
Dalam kesempatan itu, Puan menjelaskan, dengan berlakunya Era Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA, kita dituntut untuk memiliki kualitas sumber daya manusia yang tinggi. Persaingan perdagangan, produksi dan tenaga kerja terampil kini terbuka lebar bagi siapa saja. 
 
Di Era MEA terdapat lima elemen arus bebas, yaitu investasi, barang, jasa, modal dan tenaga kerja terampil. Terdapat delapan bidang profesi yang menjadi terbuka di antara sesama negara ASEAN, yaitu Insinyur, Perawat, Arsitek, Pekerja Pariwisata, Tenaga Medis/ Dokter, Dosen, Dokter Gigi dan Akuntan. Konsekuensi dari berlakunya MEA ini ialah adanya arus bebas Tenaga Kerja Terampil antarnegara ASEAN.
 
"Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan tinggi. Perluasan akses ini salah satunya dengan menyediakan program afirmasi berupa pemberian beasiswa di perguruan tinggi," jelas Puan.
 
Di tahun 2016 ini, pemerintah menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga tidak mampu sebanyak lebih dari 300 ribu mahasiswa.
 
"Pendidikan tinggi harus menjadi ajang untuk menempa mentalitas, keterampilan dan keahlian, serta menghasilkan generasi penerus bangsa, yang berintegritas, beretos kerja dan berkepribadian yang berlandaskan gotong royong. Kita harus bangga dengan apa yang dimiliki daerah kita dan kemauan untuk membangun daerah adalah praktek Revolusi Mental," tutur Menko PMK.
 
Langkah awal Revolusi Mental di Perguruan Tinggi dapat dilakukan dengan mewujudkan kampus yang bebas dari korupsi, narkoba, radikalisme dan plagiarisme.
 
Mahasiswa-mahasiswi UIN menunjukkan semangat anak muda yang penuh harapan," ujar Menko PMK.
 
Menutup Kuliah Iftitah, Menko PMK mengatakan, untuk melaksanakan Revolusi Mental, diperlukan keteladan dan kepeloporan. Karena itu, Menko PMK mengharapkan UIN Raden Fatah dapat berperan sebagai agen perubahan, menjadi pendorong perubahan pikiran, sikap, dan perilaku yang berorientasi pada kemajuan. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya