Berita

Foto/Net

Kesehatan

Pemberangusan Bisnis Haram Obat Palsu Harus Dumulai Dari Hulu

SABTU, 10 SEPTEMBER 2016 | 13:56 WIB | LAPORAN:

. Peredaran obat palsu maupun yang sudah kadaluarsa bukanlah hal baru di negeri ini. Pasalnya, kasus yang membahayakan ini sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu.

"Peredaran obat palsu sudah lama sekali. YLKI pernah dapat pengaduan 10 tahun lalu. Masyarakat ada yang janggal terhadap obat yang dibelinya," ungkap Koordinator Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sularsi dalam diskusi 'Obat Palsu, Siapa Mau?' di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/9).

Bukan hanya itu, dia mengungkapkan bahwa tiap tahunnya keuntungan yang diperoleh dari bisnis haram itu bisa mencapai Rp 2 miliar per tahunnya.


"Sebab pasar yang diciptakan dalam peredaran obat palsu itu mencapai 250 juta jiwa," jelasnya.

Menurut Sularsi, peredaran obat palsu sangat merugikan masyarat selaku konsumen. Sebab masyarakat sukar membedakan antara obat palsu dengan obat asli.

Karenanya, menurut dia harus ada pengakuan produksi dari pemerintah terkait obat asli. "Kedua, regulasi memang belum cukup, memang harus ada revisi," ungkapnya.

Kemudian terkait pengawasan, lanjut Sularsi, pengawasan yang dilakukan pemerintah harus dimulai dari hulu. Sanksi hukum menurutnya tak boleh menjerat pelaku di tingkat hilir saja.

"Balaraja kan hulu. Aktor utama harus segera ditemukan dan ditindak. Kan kita pertaruhkan generasi bangsa dengan konsumsi racun. Kewenangan masih kurang," tukasnya. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Selesaikan Bentrok di Matraman dengan Kepala Dingin

Senin, 27 Juli 2026 | 20:25

Metode Backfill Tailing jadi Andalan Tambang Bawah Tanah Lebih Ramah Lingkungan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:24

Putusan Majelis Syura PKS: Dukung Kebijakan Ekonomi Prabowo Hingga Soroti LGBTQ

Senin, 27 Juli 2026 | 20:23

Pramono Minta Warga Kepala Dingin Sikapi Bentrokan di Matraman

Senin, 27 Juli 2026 | 20:16

Sebagai Wakil Rakyat, DPR Punya Tiga Tugas yang Wajib Dijalankan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:14

KSSK Bakal Libatkan Danantara dalam Setiap Pengambilan Keputusan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:02

Kuasa Hukum Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Masih Abu-Abu

Senin, 27 Juli 2026 | 19:59

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Komunitas Lintas Iman Satukan Tekad Hadapi Krisis Iklim

Senin, 27 Juli 2026 | 19:49

Kompetisi Debat Pemilu ke-VI Bawaslu Cetak Rekor Peserta Terbanyak

Senin, 27 Juli 2026 | 19:48

Selengkapnya