Berita

Politik

Menteri Puan Pastikan Kesiapsiagaan BMKG Hadapi Musim Hujan

JUMAT, 09 SEPTEMBER 2016 | 03:33 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di musim penghujan serta mengecek kelancaran sistem peringatan dini (early warning system), Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani,  mengunjungi kantor Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) Pusat.

Kunjungan Puan ke BMKG ini, yang langsung disambut Kepala BMKG Andi Eka Sakya, merupakan kelanjutan pada Rapat Koordinasi sebelumnya (2/9) terkait dengan antisipasi dalam menghadapi bencana banjir dan tanah longsor saat musim penghujan. Data dari BMKG menyebutkan bahwa perkiraan musim hujan pada tahun 2016 dimulai pada Agustus hingga November dengan intensitas sangat deras dan berpotensi menimbulkan bencana.
 
"Saya datang ke BMKG ini untuk mengecek sekaligus memastikan bahwa BMKG telah siap dalam menghadapi datangnya musim hujan di tahun ini yang diperkirakan berintensitas sangat deras serta berpotensi menimbulkan dampak banjir dan tanah longsor," kata Puan.
 

 
Menurut Puan, dengan memastikan berjalannya system peringatan dini bencana, diharapkan kerugian ataupun korban yang timbul akibat bencana dapat ditekan seminimal mungkin. Untuk itu, peringatan  dini bencana, kesiap siagaan personal, kejelasan SOP penanganan bencana harus berjalan sesuai rencana.
 
"Namun saya tetap berkeyakinan bahwa cara yang terbaik dalam meminimalisir kerugian atau korban bencana adalah dengan cara mencegah terjadinya bencana tersebut. Misalnya kalau hujan kita tidak bisa cegah, maka yang kita cegah adalah penyebab longsor dan banjirnya," demikian Puan.

Dalam kesempatan ini, juga dijelaskan bagaimana simulasi dalam menghadapi gempa  hingga penanganan apabila terjadi tsunami, kebakaran hutan, dampak perubahan iklim terhadap kesehatan,  perkembangan kondisi iklim di Indonesia, serta bagaimana merespon atau bertindak ketika peringatan dini bencana terjadi.
 
"Dengan adanya simulasi peringatan dini bencana, serta koordinasi yang sinergis antara pihak-pihak terkait seperti  BNPB, BMKG, Basarnas, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah diharapkan dampak bencana dapat ditekan seminim mungkin," demikian Puan. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya