Berita

Arcandra-Jokowi/Net

Politik

Jokowi Sebaiknya Tak Lagi Angkat Arcandra Sebagai Menteri

RABU, 07 SEPTEMBER 2016 | 04:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Joko Widodo diingatkan sebaiknya tidak lagi mengangkat mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar, sebagai pembantunya di Pemerintahan.

Pengamat politik senior AS Hikam menjelaskan pengangkatan Arcandra akan berimbas pada moral standing Presiden Jokowi sebagai pemimpin yang selama ini dikenal memiliki komitmen tinggi terhadap keterbukaan, kejujuran, dan kesederhanaan.

Pasalnya, Arcandra sudah jelas pernah melanggar aturan terkait kewarganegaraan secara tidak jujur. "Reaksi yang deras menentang wacana pengangkatan ulang di ranah publik merupakan salah satu indikasinya," jelas Hikam (Rabu, 7/9). [Baca: Kalau Pilih Arcandra Lagi, Jokowi Gali Kubur Sendiri]


Dia tidak sepakat terhadap opini yang menyebutkan bahwa Jokowi sah-sah saja mengangkat kembali Arcandra mengingat hal itu merupakan hak prerogatif Presiden. Hikam menilai orang yang berpendapat demikian lupa atau pura-pura lupa bahwa hak prerogatif sama sekali tidak absolut alias tidak bisa dipakai semaunya.

"Mengangkat AT yang bukan WNI adalah pelanggaran UU. Dan ketika yang bersangkutan diberhentikan, artinya Pemerintah mengoreksi kesalahan tersebut," ucapnya.

"Ketika Pemerintah mau cepat-cepat memulihkan kewarganegraan AT dan kemudian bermaksud mengangkat kembali sebagai menteri, maka Pemerintah terkesan tidak menganggap serius masalah kewarganegaraan yang sejatinya merupakan komponen utama keberadaan negara itu," sambungnya. [zul]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya