Berita

Foto/Net

Hukum

Ngaku Sakit, Ary Suta Batal Digarap Polisi

SELASA, 06 SEPTEMBER 2016 | 09:04 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ekonom dan bekas Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) I Putu Gede Ary Suta kemarin batal 'di­garap' polisi terkait kasus kepemilikan senjata oleh Gatot Brajamusti.

Kepala Subdit Reserse Mobil Ditreskri­mum Polda Metro Jaya Ajun Komis­aris Besar Budi Hermanto menya­takan, pihaknya menerima surat balasan dari pihak keluarga Ary Suta terkait pemanggilannya.

"Kami terima surat dari ke­luarga AS, yang bersangkutan mengaku sakit dan tidak bisa datang pada pemeriksaan hari ini," kata Budi di Mapolda Metro Jaya, kemarin.


"Kita tunggu dua hari lagi. Kalau tidak me­menuhi panggilan akan kami layangkan surat pemanggilan kedua," im­buhnya.

Sesungguhnya ada benang merah antara Ga­tot, Ary Suta dan Reza Artamevia. Bila Gatot dan Ary diduga terkait kepemilikan senjata, Ary dan Reza diduga pernah ada hubungan asmara.

Dugaan tersebut bisa ditelusuri dari arsip berita. Persisnya pada periode 2004-2005. Kala itu, kabar perselingkuhan Reza dan Ary Suta heboh di masyarakat. Hal ini dipicu beredarnya foto-foto Ary Suta dan Reza di Bali serta foto Ary di pesta ulang tahun Reza di Hotel Hilton, Jakarta. Malah almarhum Adjie Massaid pernah melaporkan dugaan perselingkuhan Ary dan Reza.

Saat isu perselingkuhan heboh, Reza dan Ary Suta akhirnya sama-sama muncul dan meng­klarifikasi kepada media massa. "Hak saya berke­nalan dengan siapa pun. Berteman dengan pejabat kek, konglomerat kek, tu­kang jamu, itu hak saya. Ka­lau saya punya hubungan persahabatan atau relasi, apakah itu salah? Kan, tidak," ujar Reza, kala itu.

"Hubungan kami dilan­dasi saling menghargai. Kalau saya memang mau pergi berdua kenapa tidak di Singapura saja," im­buhnya.

Hubungan sebatas pertemanan juga disu­arakan Ary. "Reza per­nah nyanyi di pesta ulang tahun saya. Itu saja, saya tidak punya hubungan istimewa sep­erti yang dikatakan orang," katanya waktu itu. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya