Berita

Olahraga

Sean Bertekad Tampil Lebih Bagus Di Sepang Dan Yas Marina

SENIN, 05 SEPTEMBER 2016 | 14:40 WIB | LAPORAN:

Balapan GP2 seri Eropa berakhir di sirkuit Monza Italia hari Minggu (4/9).

Musim ini, masih ada dua seri tersisa di kawasan Asia, yakni di sikuit Sepang Malaysia dan Yas Marina, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Pebalap muda Indonesia Muhammad Sean Gelael mengaku banyak belajar dari seri Eropa dan bertekad tampil lebih bagus di Sepang dan Yas Marina sebelum mengakhiri musim ini.

"Tentu saya banyak belajar baik dari kegagalan-kegagalan saya maupun kesuksesan saya mendapatkan poin dan naik podium. Ajang GP2 memang tidak mudah, persaingan sangat kompetitif. Setiap tim punya kelebihan dan kekurangan. Faktor balapan tidak hanya ditentukan keandalan mobil dan pebalap, tetapi juga faktor keberuntungan," kata Sean, pebalap tim Pertamina Campos Racing yang didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia di Monza, Senin (5/9).


Sean menuturkan, selama seri Eropa (Spanyol, Monako, Azerbaijan, Austria, Inggris, Hongaria, Jerman, Belgia dan Italia), dia mendapatkan tantangan yang berbeda-beda dengan atmosfer persaingan yang ketat. Semua ini menurutnya memberi pengalaman yang luar biasa pada balapan musim penuh pertamanya di GP2.

Dikatakan, tim harus siap segalanya untuk tampil bagus dan juara. Kondisi mobil yang siap pakai tergantung dari setingan mulai dari mesin, aerodinamika, sasis, rem maupun ban. Pebalap juga harus siap baik secara fisik, mental sampai pada pengenalan karakter sirkuit. Faktor cuaca juga bisa ikut menentukan. Terakhir keberuntungan yang juga selalu diharapkan pebalap dalam setiap lomba.

Untuk setingan mobil, kata Sean, timnya masih belum menemukan setingan yang ideal selama seri Eropa. Kadang tim mendapatkan setingan yang bagus dan mobil cukup kompetitif, seperti saat tampil di Baku City Azerbaijan dan RedBull Ring, Austria. Namun, tak jarang pula, setingan mobil juga kurang pas, sehingga agak kedodoran saat balapan.

Hal ini pula, menurut Sean, yang membuat dia bersama rekan setimnya Mitch Evans tidak bisa tampil selalu konsisten di setiap balapan. Bahkan, Evans yang lebih berpengalaman dan diandalkan pun masih sulit untuk bisa menembus posisi sepuluh besar dalam babak kualifikasi.

"Saya sempat stall di balapan pertama dan semakin sulit setelah ada insiden dan komunikasi radio saya bermasalah. Di balapan kedua, saya sudah berupaya keras menembus sepuluh besar. Namun, ternyata tidak mudah juga karena jarak dengan pebalap lain sudah agak melebar," kata Sean yang musim ini hanya ditargetkan finis di posisi ke-15 pada setiap balapan.

Meski menghadapi banyak tantangan, Sean mengaku masih punya motivasi serta semangat yang kuat untuk balapan. Keberhasilan dia meraih poin di Baku City (finis ketujuh) dan podium kedua di Red Bull Ring, membuat dia kian tertantang untuk membalap lebih baik dan konsisten.

"Saya ingin menyelesaikan musim ini dengan hasil yang postifi. Dua seri di Asia akan kami coba manfaatkan secara maksimal. Kondisi cuaca dan kelembaban udara akan menjadi kendala utama bagi pebalap. Buat saya ini kesempatan untuk tampil lebih bagus, terutama di Sepang," kata Sean.

Hal senada diungkapkan Evans. Dia juga bertekad untuk kembali mendulang poin untuk mengangkat posisinya di klasemen pebalap. Evans yang musim lalu di posisi 5 besar bersama tim Russian Time, saat ini masih berada di peringkat 11 dengan raihan 81 poin. Peluang Evans untuk masuk lima besar masih terbuka lebar karena selisih dengan pebalap lain juga tidak terlalu jauh. "Dua seri di Asia harus bisa kami manfaatkan dengan baik. Saya sangat kecewa dengan balapan kedua di Monza, dimana seharusnya saya bisa mendapatkan poin," kata Evans.[wid]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya