Berita

Foto/Net

Hukum

Korban Penjual Anak "AR" Ke Komunitas Gay Bertambah Jadi 148 Orang

SENIN, 05 SEPTEMBER 2016 | 13:59 WIB | LAPORAN:

Bareskrim Mabes Polri memastikan terjadi penambahan korban dalam kasus penjualan anak-anak oleh AR kepada komunitas gay. AR (41) adalah pelaku penjualan anak ke komunitas gay.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya mengatakan hingga saat ini total korban menjadi 148 orang. Penambahan korban berdasarkan pendalan dan bukti yang diperoleh penyidik.

"Kita terus melakukan pendalaman pada data ini," kata Brigjen Agung di Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/9).


Dia menjelaskan tindaklanjutnya mereka akan mengidentifikasi keterangan dari para korban.

"Karena korban itu tidak hanya di Bogor tapi juga ada di tempat lain seperti di Jakarta dan Bandung juga ada," jelas Brigjen Agung.

Sekarang ini Polri tengan melakukan kerjasama pihak terkait seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan psikolog. Hal itu untuk memberikan perlindungan kepada korban.

Untuk ketujuh korban lanjut Brigjen Agung masih di tempatkan di rumah aman milik Kementerian Sosial.

"Mekanisme di rumah singgah untuk menjaga anak-anak tetap sekolah," pungkasnya.

Aktivitas AR menjual anak-anak di bawah umur ke pria gay sudah berlangsung selama satu tahun terakhir. AR sendiri disebut sudah berkeluarga, namun juga sebagai penyuka sesama jenis.

Tim dari Mabes Polri mengungkap jaringan pelacuran anak lelaki untuk kaum gay pada Selasa malam kemarin (30/8). AR diciduk dari sebuah hotel di kawasan Cipayung, Puncak, Jawa Barat. Mabes Polri juga mengamankan empat orang anak di bawah umur yang menjadi pekerja seks anak untuk kaum gay.

Dalam operasinya, pelaku menggunakan social media seperti Facebook dan Twitter untuk menawarkan anak-anak itu ke pria gay. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya