Berita

Atut-Rano saat kampanye/Net

Hukum

Adik Atut Tantang ICW Bongkar Kasus Korupsi Rano Karno

SENIN, 05 SEPTEMBER 2016 | 02:57 WIB | LAPORAN:

RMOL.  Kuasa hukum Tubagus Chaeri Wardana, Tb. Sukatma, menantang Indonesian Corruption Watch (ICW) menelisik dugaan keterlibatan Gubernur Banten Rano Karno dalam pusaran korupsi Provinsi Banten.

Rano Karno yang saat itu menjabat Wakil Gubernur Banten diduga terlibat dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Wawan, sapaan akrab suami Walikota Tangserang Selatan Airin Rachmi Diany yang juga adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah tersebut.

Ini karena Rano ditengarai menerima gratifikasi senilai miliaran rupiah saat akan mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Banten berpasangan dengan Gubernur petahana saat itu yakni Ratu Atut Chosiyah. Mengingat saat itu Rano adalah penyelenggara negara menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Tangerang.


Sukatma secara terbuka menantang ICW yang saat itu diwakili Ade Irawan sebagai narsumber untuk membongkar keterlibatan Rano Karno dalam kasus korupsi. Ia mengungkapkan, Rano Karno yang saat ini menjabat Gubernur Banten, juga masuk ke dalam pusaran perkara korupsi Tubagus Chaeri Wardana.

"Laporan maupun bukti yang ada, yang dimiliki TCW (Tubagus Chaeri Wardana) sudah disetor ke KPK. Bukti dan saksi-saksi, semua sudah dalam proses pemeriksaan KPK, baik perkara TPPU maupun alkes. Berani nggak ICW desak KPK seret Rano?" kata Sukatma dalam keteranganya kepada media, Minggu (4/9).

Sukatma menegaskan, data-data yang berkaitan dengan keterlibatan Rano Karno sudah ada di KPK.

"Kita serahkan ke KPK sebagai penegak hukum. Semua bukti-bukti, baik tertulis maupun verbal, saksi-saksi. Sudah diperiksa mulai dari A sampai Z. Termasuk ada bukti berapa kali Rano Karno menerima uang. Dan itu, dia yang aktif minta, bukan TCW yang sengaja memberikan," ungkap Sukatma. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya