Jaya Suprana/Net
Jaya Suprana/Net
SEBAGAI warga Indonesia, di usia senja saya tidak memiliki kepentingan apa pun kecuali menikmati nikmat bahagia kemerdekaan bangsa Indonesia. Apalagi kebetulan saya beruntung tidak bermukim di kawasan yang tidak terancam penggusuran. Mendadak di tengah kebahagiaan yang sedang saya nikmati, lubuk sanubari saya tersentak oleh maraknya penggusuran terhadap warga Indonesia termasuk terhadap warga Bukit Duri.
Kebetulan saya mengenal warga Bukit Duri melalui berbagai kegiatan kesenian termasuk pada tahun 2008 ketika bersama mempergelar Konser Rakyat di Gedung Kesenian Jakarta yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara beserta para menteri yang duduk bersama rakyat miskin Jakarta menyaksikan pergelaran seni-tari dan seni-musik oleh rakyat untuk rakyat. Kebetulan saya juga bersahabat dekat dengan seorang warga Bukit Duri bernama Sandyawan Sumardi yang saya selalu paksa panggil dengan sebutan Romo dalam bahasa Jawa berarti Bapak bahkan Ayah sebab saya sangat menghormati beliau sebagai pejuang kemanusiaan sejati yang siap berkorban jiwaraga demi membela kaum tertindas. Para korban tragedi Mei 1998 pasti tidak lupa betapa besar perjuangan bahkan pengorbanan Sandyawan Sumardi sebagai pemrakarsa pemrakarsa pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta Kerusuhan Mei 1998 (TGPF).
Tokoh politik masa kini, Budiman Sudjatmiko pasti tidak lupa betapa besar pengorbanan Sandyawan Sumardi dalam menyelamatkan nyawa Budiman Sudjatmiko dari kejaran aparat keamanan pasca tragedi 27 Juli 1996. Para tukang becak di Yogyakarta, warga tergusur Kedung Ombo, kaum buruh tertindas pasti juga tidak pernah melupakan perjuangan Romo Sandy membela kaum tertindas. Ketika warga Cina Benteng digusur, Sandyawan Sumardi bersama laskar Ciliwung Merdeka ikut mendukung pembelaan. Bahkan, Romo Sandy sempat ditahan beberapa hari di Kodim Jakarta Timur karena dituduh mengkoordinasi aksi perlawanan para tukang becak di Jakarta. Selama dua hari dua malam ia dimintai keterangan di hadapan penyidik mengenai persoalan aksi perlawanan tersebut. Memang, ketika itu Sandyawan sempat mengumpulkan ratusan tukang becak untuk mengadukan masalah mereka ke DPR. Sebuah pertemuan para tukang becak yang dipimpinnya sempat dikepung oleh aparat keamanan. Kedekatan Romo Sandy dengan rakyat miskin menyebabkan dirinya merakyat dengan julukan 'Romo Pemulung'.
Populer
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Senin, 13 April 2026 | 08:21
UPDATE
Selasa, 21 April 2026 | 08:19
Selasa, 21 April 2026 | 08:06
Selasa, 21 April 2026 | 07:48
Selasa, 21 April 2026 | 07:35
Selasa, 21 April 2026 | 07:27
Selasa, 21 April 2026 | 07:16
Selasa, 21 April 2026 | 07:10
Selasa, 21 April 2026 | 07:05
Selasa, 21 April 2026 | 06:51
Selasa, 21 April 2026 | 06:29