Berita

Net

Hukum

Tuntaskan Kongkow Perwira Polda Dengan Pembakar Hutan

MINGGU, 04 SEPTEMBER 2016 | 10:24 WIB | LAPORAN:

Kerusakan hutan dan lahan yang dilakukan perusahaan sawit di Riau bakal berkepanjangan. Betapa tidak, aparat penegak hukum yang diharapkan menjadi benteng dan pelindung hutan dan kawasan lindung ternyata justru kompromi dengan para perusahaan pengrusak hutan dan lahan.

Demikian disampaikan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup Andi Fajar Asti kepada redaksi sesaat lalu, Minggu (5/9).

"Persekongkolan ini tercium saat beredarnya foto-foto pemilik perusahaan dengan perwira Polda Riau lagi pesta di sebuah hotel di Riau. Pemilik perusahaan PT. Andika Permata Sawit Lestari bersama perwira Polda kelihatan sangat akrab yang ditandai dengan minuman beralkohol yang saling bersulang," jelasnya.


Menurut Andi, tindakan perwira Polda Riau tersebut sangat melukai perasaan masyarakat yang menderita akibat kabut asap. Apalagi, kebakaran tahun lalu mengakibatkan ribuan masyarakat jatuh sakit dan bahkan terpaksa mengungsi. Karena itu, dia mengutuk keras perilaku aparat yang menunjukkan kompromi dengan perusahaan pelaku pengrusakan hutan dan lahan di Riau.

Andi juga meminta pemeriksaan perwira Polda Riau yang terlibat pesta minuman alkohol dalam acara kongkow-kongkow bersama para pengusaha pembakar hutan. Serta perlunya pemecatan terhadap kepala Polda Riau karena membiarkan bawahannya kompromistis dengan para perusahaan pengrusak hutan dan lahan.

"Membentuk tim independen dari lembaga di luar kepolisian untuk emeriksa kembali dokumen perusahaan pengrusak hutan dan lahan yang pernah di SP3-kan oleh kepolisian," tegas Andi. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya