Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Gempa Nias Dipicu Subdiksi Lempeng Di Zona Megathrust

JUMAT, 02 SEPTEMBER 2016 | 10:18 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Wilayah Pesisir Barat Sumatera Utara, Pulau Nias, Pulau Pini, dan Kepulauan Batu, diguncang gempabumi tektonik dengan kekuatan 5,5 SR pagi dini hari tadi, pukul 03.04 WIB (Jumat, 2/9). Pusat gempabumi terletak pada 0,54 LU dan 98,47 BT, tepatnya di laut pada jarak 68 km arah barat Natal Sumatera Utara pada kedalaman 47 km.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan, ditinjau kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di zona megathrust.

"Hiposenter gempabumi tampaknya berada tepat di bidang kontak antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Ini relevan dengan hasil analisis mekanime sumber yang menunjukkan di pusat gempa terjadi mekanisme penyesaran naik (thrust fault)," jelasnya lewat tulisan yang diunggah @infoBMKG, akun Twitter BMKG‏, pagi ini.


Meskipun berkedalaman dangkal, gempabumi ini tidak disebabkan oleh aktivitas Mentawai Backthrust. Karena kelanjutan backthrust ini ada di sebelah barat Pulau Pini. Sementara pusat gempabumi ini tepat di utara Pulau Pini. Secara tektonik kawasan ini memang merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks yang sering terjadi gempabumi dengan kedalaman dangkal.

"Catatan gempabumi menunjukkan bahwa di zona ini pernah mengalami gempabumi kuat pada tahun 1861 (8,4), 1935 (M=7,7), 1984 (M=7,4). Beberapa gempabumi kuat ini selain merusak diantaranya memicu terjadinya tsunami," demikian Daryono. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya