Berita

Dahnil Anzar Simanjuntak/Net

Hukum

Perilaku Gay Semakin Terbukti Telah Menjadi Ancaman Nasional

JUMAT, 02 SEPTEMBER 2016 | 07:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Fakta keberadaan perilaku gay semakin terbukti telah menjadi ancaman nasional. Apalagi, praktik seks menyimpang ini menyasar anak-anak di bawah umur sebagai korban.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan demikian menyusul terungkapnya prostitusi gay anak online.

"Ancaman kelompok gay yang menggunakan prostitusi anak ini adalah fakta bahwa mereka sudah menjadi teror bagi masa depan anak-anak Indonesia," ungkap Dahnil lewat pesan singkatnya pagi ini.


Sejauh ini, pihak Kepolisian telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut. Yaitu,  AR dan U sebagai mucikari serta E sebagai pengguna anak tersebut.

Para mucikari itu 'memasarkan' anak-anak tersebut lewat Facebook dengan tarif Rp 1,2 juta.  Sementara korban yang berjumlah 99 anak hanya mendapat komisi Rp 100-200 ribu per anak.

"Aparat hukum dalam hal ini harus membongkar praktek prostitusi ini, menghukum seberat-beratnya para gay yang memperdagangkan dan mengeksplorasi seksual anak-anak ini," tegas  inisiator Gerakan Ayah Hebat ini.

Lebih jauh, menurut Dahnil, fakta tersebut bisa menjadi dasar pentingnya mendorong perilaku seks menyimpang ini menjadi tindakan kriminal. Hal ini merujuk pada norma agama dan merujuk pada peristiwa perdagangan anak oleh kelompok gay ini.

"Masa depan anak-anak kita, dan keamanan mereka sedang di bawah teror para teroris yang berperilaku menyimpang tersebut. Maka, Pemerintah harus bersikap tegas dan terang perang terhadap mereka. Dan kami percaya Pemerintah bisa melakukan hal tersebut, jangan sampai masyarakat yang bereaksi berlebihan," demikian Dahnil, yang juga seorang pendidik ini.[zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya