Berita

Hukum

Polri Dan PBNU Sejalan Hadapi Konflik Sosial

JUMAT, 02 SEPTEMBER 2016 | 00:53 WIB | LAPORAN:

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menandatangani nota kesepahaman pemeliharaan kemanan dan pencegahan radikalisme. Penandatanganan dilakukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj.

Kapolri menyatakan, kesepakatan dalam MoU adalah menyamakan persepsi antara lain terkait konflik sosial.

"Yang utama kami ingin menyamakan persepsi salah satunya mengenai konflik sosial. Karena penanganan sosial tidak bisa dikerjakan dengan konflik satu bangsa saja. Bukan polisi, pemda, tapi perlu sinergi semua pihak,"ujarnya usai MoU dan diskusi penanganan konflik sosial dan ujaran kebencian (hate speech), di Gedung Mahameru Mapolda Jawa Timur, Kamis (1/9).


Turut hadir Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Allallah, Gubernur Jatim Soekarwo bersama Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta unsur PCNU dan badan otonom. Juga Pangdam V Brawijaya, kapolda Jatim, ketua Pengadilan Tinggi Jatim,, serta para tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Tito beralasan memilih NU sebab memiliki jaringan yang sangat luar biasa besar. Bukan hanya itu, NU merupakan salah satu pendiri bangsa, bersama Polri, TNI, dan rakyat.

"Jadi sama-sama pendiri bangsa harus mempertahankan NKRI. Untuk itu penanganan konflik sosial, harus ditangani bersama. Mulai dari pencegahan, pemulihan, namun kalau untuk penegakan hukumnya, tetap dilaksanakan penegak hukum. Khususnya Polri," paparnya.

Ke depan, dengan persamaan persepsi, Tito berharap pencegahan konflik sosial jadi prioritas. Tapi tidak menutup adanya kerja sama dalam bidang lain.

"Narkoba, kampung narkoba yang susah dimasuki polisi, ada korban seperti kasus pontianak. Sebenarnya nu bisa msuk ke dalam, memberikan ceramah kepada masyarakat, pemuda di sana. Sehinga masy berubah pikirannya. Kalau masih bandel, kita lakukan penegakan hukum. Setelah diberikan pencerahan oleh NU," jelasnya.

Tito menambahkan, dengan adanya MoU, bukan berarti pihak-pihak yang berada di lingkup NU dapat menangkap sendiri apabila terjadi persoalan hukum.

"Penegakan hukum harus dilakukan oleh penegak hukum," tegasnya.

Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj menambahkan, penandatanganan MoU cuma seremoni resmi. Menurutnya, pengurus NU di seluruh Indonesia bersama pihak lain selalu sigap dalam mewujudkan keamanan.

"Sebetulnya sudah lama kerja samanya hanya belum formal. Hari ini formalitas, tanda tangan saja. Ini tugas kita bersama, mewujudkan masyarakat yang solid. Bagaimana kita mensolidkan masyarakat, memperkecil permusuhan, radikalisme," jelasnya. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya