Berita

Tito Karnavian/Net

Hukum

Jenderal Tito: UU Terorisme Perlu Dimodernisasi

RABU, 31 AGUSTUS 2016 | 19:31 WIB | LAPORAN:

Panitia Khusus Revisi UU 15/2003 tentang Tindak Pidana Terorisme menyelenggarakan rapat kerja bersama Kepolisian dan Kejaksaan Agung.

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Pansus Terorisme, Muhammad Syafi'i itu dihadiri oleh Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Nur Rahmat beserta jajarannya masing-masing.

Dalam rapat itu, Tito membeberkan perkembangan jaringan teroris di tingkat, lokal, nasional dan internasional. Tito juga mengungkapkan sejumlah motif dari jaringan teroris.


"Sudah terbuka di mata kita bahwa ini jaringan nasional, internasional ada juga masalah ideologi, ada masalah politik internasional. Ada juga di Poso masalah dendam. Jadi tidak semata-mata karena masalah ideologi, ada juga masalah emosi seperti kasus di Poso," ungkap Tito di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta (Rabu, 31/8).

Tidak hanya itu, menurutnya, terorisme berkembang di negeri ini juga karena adanya permasalahan materi.

"Banyak yang nganggur karena banyak uang yang beredar disitu. Mereka bisa mendapatkan status sosial juga. Motifnya macam-macam," tegasnya.

Karenanya, Tito menilai penting bagi negara untuk melindungi masyarakat dari paham dan doktrin radikal yang mengarah pada tindak terorisme. Dia berharap perlindungan tersebut dimasukkan dalam revisi UU Terorisme.

"Kita perlu melakukan kegiatan memoderasi mereka yang sudah terkena paham radikal. Kita perlu melakukan pendekatan hard approach," tukasnya. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya