Berita

Mendes Eko Sandjojo

Nusantara

Gerakkan Ekonomi Desa, Omzet BUMDes Ponggok Tembus Hingga Rp6,5 M

SELASA, 30 AGUSTUS 2016 | 21:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Sandjojo, memuji kiprah  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) milik Desa Ponggok, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Pasalnya, dari pembukuan tahun 2016 ini saja, omzet BUMDes di Desa Ponggok menembus angka Rp6,5 miliar dengan laba sebesar Rp2,5 miliar.

BUMDes Ponggok sendiri telah berhasil mendirikan beberapa unit usaha, seperti halnya minimarket, rumah makan tenda dan wisata air berupa kolam renang. Untuk pengunjung wisata air saja, rata-rata dapat mencapai 600 wisatawan per hari. Bahkan diakhir pekan jumlah pengunjung bisa meningkat drastis hingga mencapai 1.500 wisatawan.


Keberadaan BUMDes Ponggok ini menjadi bukti bahwa program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat membantu meningkatkan taraf ekonomi desa.

"Ini menjadi salah satu contoh untuk bisa diterapkan di desa-desa lain. Kita memiliki banyak model BUMDes yang bisa ditularkan, kita ajak desa yang baru mendirikan BUMDes untuk belajar dari desa-desa yang sudah berhasil," ujar Menteri Eko dalam keterangan persnya saat meninjau BUMDes Ponggok, Selasa (30/8).

Menurutnya, keberhasilan BUMDes tergantung bagaimana keseriusan masyarakat dan pengelolaan manajemennya. Selain itu, kejelian masyarakat dalam memanfaatkan keunikan dan potensi desa juga sangat penting. "Karena desa-desa kita ini semuanya unik, karakternya juga beda-beda," ucapnya.

Mendes Eko mengatakan, desa dengan infrastruktur dasar yang telah terpenuhi, dapat menggunakan dana desa untuk mendirikan dan mengembangkan BUMDes. Dengan begitu, dana desa dapat memberikan impact (dampak) pada aktivitas ekonomi, terutama ekonomi perdesaan.

"BUMdes bisa jadi holding company (perusahaan induk) di desa. Kita sangat perlu mengembangkan BUMDes, agar desa-desa kita bisa maju dan mandiri secara ekonomi," tandasnya.

Menurut Eko, desa sebenarnya memiliki potensi besar untuk dapat menopang ekonomi perkotaan. Misalnya dengan mendirikan pabrik dan memproduksi berbagai produk-produk unggulan.

"Desa kita sangat banyak, ada 74.754 desa di mana mayoritas aktifitas ekonominya adalah bercocok tanam, peternak dan nelayan. Sebagian besar masyarakat Indonesia hidup di desa. Jadi kalau kita bisa menggerakkan masyarakat desa, ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi kita," demikian Menteri Eko. [zul]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Pernyataan Eggi Sebut Akhlak Jokowi Baik jadi Bulan-bulanan Warganet

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:40

Senyum Walikota Madiun

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:19

Rapim Kemhan-TNI 2026 Tekankan Sishankamrata sebagai Kekuatan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:55

Legislator PKS Dorong Penyaluran KUR Pekerja Migran Tepat Waktu

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:35

Digiring ke Gedung KPK, Walikota Madiun Malah Minta Didoakan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:20

Bencana Menerjang, BUMN Datang

Senin, 19 Januari 2026 | 23:55

Polisi Bongkar Clandestine Lab Tembakau Sintetis Senilai Rp2 Miliar

Senin, 19 Januari 2026 | 23:37

Mantan Jubir KPK Ali Fikri Raih Gelar Doktor Hukum Unair

Senin, 19 Januari 2026 | 23:11

Napi Bebas Pakai Gawai di Lapas Bukan Kelalaian Biasa

Senin, 19 Januari 2026 | 23:02

Walikota Madiun Maidi Dkk Tiba di Gedung KPK, Sebagian Lewat Belakang

Senin, 19 Januari 2026 | 22:46

Selengkapnya