Berita

Andi Taufan Tiro/Net

Hukum

KPK Masih Kasih Angin Segar Buat Andi Taufan Tiro

SELASA, 30 AGUSTUS 2016 | 00:49 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi V DPR RI Andi Taufan Tiro kembali lolos dari penahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah diperiksa selama delapan jam, Andi bisa keluar dengan santai.

Dari tujuh tersangka kasus suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tinggal Andi yang belum mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK.

Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha menjelaskan, tidak ada keharusan penyidik untuk melakukan penahanan terhadap Andi. Menurutnya, KPK masih merasa belum perlu menahan Andi meski sudah menyandang status tersangka.


‎"Tidak ada keharusan bahwa seorang tersangka lansung ditahan. Pada hari ini merasa belum perlu untuk melakukan penahanan terhadap ATT (Andi Taufan Tiro)," ujar Priharsa di kantornya, Jalan Rasuna Said, Jakarta (Senin, 29/8).

Andi sebelumnya diperiksa sebagai tersangka kasus suap proyek jalan di Maluku dan Maluku Utara pada Kementerian PUPR selama delapan jam. Usai diperiksa, Andi memilih irit bicara, dirinya juga mendadak lupa berapa banyak pertanyaan yang dilontarkan penyidik selama pemeriksaan.

"Saya lupa persisnya, mohon maaf. Lumayan banyak," ujar Andi.

Saat disinggung mengenai pihak lain yang ikut kebagian uang suap dari proyek jalan, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu enggan menjawab. Begitu juga saat ditanyakan keterlibatan pimpinan Komisi V. Andi hanya mensinyalir awak media bahwa pertanyaan tersebut telah dijelaskan kepada penyidik KPK.

"Silakan tanya pada penyidik," cetusnya.

Andi bukan pasien baru bagi penyidik, dia sudah bolak balik dipanggil KPK untuk diperiksa terkait kasus yang menyeretnya lantaran disebut menerima uang miliaran rupiah dari Direktur PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir.

Andi ditetapkan tersangka bersamaan dengan Kepala BPJN IX Amran HI Mustary. Namun, sampai saat ini Andi belum menjadi tahanan KPK, sementara Amran sudah ditahan sejak 23 Agustus 2016 lalu.

KPK telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus suap proyek pembangunan jalan di Kementerian PUPR. Tiga diantaranya merupakan anggota Komisi V DPR. Yaitu Damayanti Wisnu Putranti dari Fraksi PDI Perjuangan, Budi Supriyanto dari Fraksi Golkar, dan Andi Taufan Tiro dari Fraksi PAN. Mereka diduga menerima fee hingga miliaran rupiah dari Abdul Khoir.

Sementara tersangka lainnya yakni Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran HI Mustary, Abdul Khoir, serta dua staf Damayanti bernama Dessy A Edwin dan Julia Prasetyarini. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya