Berita

Ahok/Net

Politik

PILKADA DKI 2017

Ahmad Dhani: Ahok Bahaya Laten Bangsa

MINGGU, 28 AGUSTUS 2016 | 20:22 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Musisi senior Ahmad Dhani menganggap Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merupakan sosok yang dapat menjadi bahaya laten bangsa.

Hal itu disampaikan Dhani di sela acara deklarasi relawan Yusril Ihza Mahendra sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta di resto Pulau Dua, Senayan, Jakarta (Minggu, 28/8).

"Ahok ini bahaya laten bagi bangsa. Satu perjuangan kita yaitu menggagalkan Ahok menjadi calon gubernur. Jadi kalau bisa Ahok jangan mencalonkan atau gagal menjadi calon gubernur DKI," jelasnya.


Dhani yang juga panglima Aliansi Masyarakat Jakarta Selatan (Amjas) mengkalim bahwa Ahok dilindungi oleh kepentingan-kepentingan asing yang salah satunya dari Tiongkok. Peran Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dulu menjabat gubernur DKI turut andil dalam membantu Ahok.

"Kita sudah tahu bahwa Ahok sudah di-back up Jokowi. Dan sudah jelas bahwa banyak tenaga kerja Cina datang ke Indonesia," ujarnya.

Maka dari itu, Dhani mengimbau Ketua Dewan Penasihat Partai Demokrat Nachrowi Ramli dan Wakil Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ahmad Iman Syukri yang juga hadir dalam acara tersebut untuk segera mendeklarasikan dukungan kepada Yusril. Salah satunya dalam rangka mencegah merebaknya bahaya laten Ahok.

"Saya berharap kalangan elit partai Pak Nachrowi bisa katakan ke Pak SBY berkorban untuk menghadapi bahaya laten ini. PKB harus berkorban untuk mendukung Yusril sebagai gubernur, artinya partai di sini sudah tidak boleh lagi hitung-hitung. Hidup dan mati NKRI ada di tahun 2017," tegas Dhani. [wah]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya