Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Bagi Djoko Edhi, Mukidi Personifikasi Jokowi

SABTU, 27 AGUSTUS 2016 | 15:11 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Anda yang aktif di whatsapp group pasti sudah pernah mendengar humor seputar nama yang satu ini, Mukidi.

Nama tokoh Mukidi menjadi tenar beberapa hari terakhir dan dikaitkan dengan banyak sekali cerita lucu dan konyol, sering juga memotret kehidupan sosial politik Indonesia.

Sosok Mukidi yang tentu saja fiksi ini terus jadi bahan berita di mana-mana, mulai dari sosok penciptanya sampai awal lahirnya nama Mukidi.


Namun bagi aktivis senior yang juga eks anggota DPR RI, Djoko Edhi S. Abdurrahman, Mukidi adalah personifikasi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kelakuannya persis Mukidi. Jokowi beriklan, lewat Brexit. Enggak tahunya macet dan 12 tewas. Dia bikin lagi tax amnesty, Rp 165 triliun proyeksinya dimasukkan ke APBN 2016 agar ia tak dijatuhkan oleh hukum besi fiskal karena melampaui angka defisit. Selamat berkat 165 triliun yang dihitung dari empat ribu triliun duit wajib pajak di luar negeri. Begitu dicek oleh Sri Mulyani, benar yang empat ribu triliun itu bodong," tulis Djoko Edhi dalam pesan singkatnya, Sabtu (27/8).

"Terkini ia pasang Arcandra Tahar jadi menteri ESDM. Begitu dicek, ternyata orang asing. Ia cepat mencopotnya. Itu Mukidi," tambah Djoko.

Djoko memandang Mukidi sebagai tokoh konyol. Pintar menghindari tanggung jawab dan mempermainkan banyak orang.

"Mukidi sendiri dalam peran protagonistik. Itu personafikasi Jokowi. Dan tokoh anekdotis itu muncul dari Solo. Masyarakat memang memiliki caranya sendiri untuk menertawai dirinya, Mukidi tokoh Solo dengan kelakuan ndeso pula," tutupnya. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya