Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi: Kompetisi Dorong BUMN Jadi Lebih Baik

SABTU, 27 AGUSTUS 2016 | 00:02 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini bukan sesuatu yang ringan. Terutama lagi, situasi ekonomi global sedang tidak menentu dan banyak negara mengalami pertumbuhan minus 2 persen atau minus 3 hingga minus 5 persen.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo ketika memberikan sambutan pada Silaturahmi dan Dialog Nasional Ikatan Senior HIPMI Indonesia (ISHI) di Hotel Raffles Jakarta (Jumat, 26/8).

Di sisi lain, sambung Jokowi, kompetisi antar negara dan kompetisi antara kawasan sudah tidak terhindarkan lagi. Oleh karenanya pemerintah terus berkomitmen untuk mendorong adanya keterbukaan dan kompetisi di negeri ini.


"Setelah saya pelajari, orang kita kalau diberi kompetitor justru bergerak dengan sepenuh tenaga, yang diberi fasilitas, subsidi, dimanjakan justru tak berkembang," kata Jokowi.

Presiden menjelaskan bagaimana kompetisi di perbankan telah mendorong bank-bank BUMN menjadi lebih efisien. Saat belum memiliki pesaing, bank-bank BUMN pada pukul 13.00 sudah tutup. Tapi begitu kompetisi dibuka, pelayanan dituntut menjadi lebih baik, sehingga tidak jarang pegawai bank-bank BUMN baru menyelesaikan pekerjaan pada pukul 22-23. Bahkan bank-bank BUMN tersebut mendapat keuntungan yang lebih baik saat diberikan pesaing.

"Inilah kalau kita dampingi dengan kompetisi. Kalau tidak, ya tadi begitu," ujar Presiden.

Demikian pula dengan SPBU Pertamina ketika pada tahun 1975-1990 suasananya kumuh.

"Begitu dikompetisikan, kita lihat pompa bensin milik kita perbaiki diri. Seragam semua, karena merasa ada yang saingi. Saya kira psikologis seperti itu,” ujar Presiden.

Maskapai penerbangan Garuda pun mengalami hal yang sama. Dahulu, kata Presiden, ketika hanya ada Garuda dan Merpati, pelayanan tidak diperhatikan, kondisi loket tidak dirawat dengan baik.

"Sekarang begitu dibuka persaingan, loket menjadi lebih, pramugari juga melayani dengan baik. Ini kalau dikompetisikan," demikian Jokowi. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya