Berita

Ade Komarudin/Net

Politik

Sekolah Parlemen Bisa Tumpang Tindih Dengan Parpol

JUMAT, 26 AGUSTUS 2016 | 15:37 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Wacana pimpinan DPR Ade Komarudin untuk membentuk sekolah parlemen bagi semua anggota dewan baik di tingkat pusat hingga daerah guna meningkatkan kualitas anggota dewan dikritisi Ketua DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay.

Saleh menyebut bahwa dibentuknya sekolah parlemen akan tumpang tindih dengan fungsi partai dalam proses rekrutmen dan pengkaderan. Ia mengambil contoh di tubuh PAN yang telah memiliki sekolah kader politik. Ia menyebut bahwa secara subtansi sama dengan konsep sekolah parlemen.

"Saya kira bisa saja tumpang tindih. Kami di PAN pun sudah ada sekolah kader politik. Pesertanya justru dari kalangan muda yang baru berinteraksi dengan politik. Lima sampai sepuluh tahun lagi, Insya Allah mereka sudah siap didistribusikan untuk ikut berkompetisi dalam pesta demokrasi kita," kata Saleh saat dihubungi, Jumat (26/7).


"Sejauh ini, menurut pengamatan saya, partai-partai terus melakukan up grading. Kalau dimaksimalkan, saya kira itu sudah sangat cukup," sambungnya.

Oleh sebab itu, gagasan tersebut harus dibicarakan dengan parpol. Sebabnya, selain memiliki fungsi pembinaan, parpol juga memiliki platform, ideologis dan standarisasi masing-masing, termasuk dalam hal legislagi.

"Selain itu, standarisasi yang dimaksud juga perlu dirumuskan. Masing-masing partai punya ideologi dan garis perjuangan. Karena itu, standar implementasi ideologi dan garis perjuangannya juga berbeda-beda," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Akom mengatakan gagasan sekolah parlemen adalah sebagai upaya peningkatan kualitas anggota dewan dan supaya kualitasnya memiliki standar. Adapun lokasi sekolah yang dipilih adalah Wisma Kopo, Bogor.

"Tujuan kami peningkatan kualitas para legislator, anggota dewan yang selama ini diharapkan masyarakat berkualitas. Baik fungsinya sebagai pembuat undang-undang, penyusun APBN dan fungsi pengawasannya," kata Akom.

Sekolah yang rencanya akan diikuti oleh seluruh Anggota DPR RI dan anggota DPRD di seluruh Indonesia akan ditargetkan dilaksanakan tahun ini. Dia berharap semua partai politik juga bisa ikut terlibat dalam program ini.

"Caleg-calegnya dapat latihan di sana. Dapat pengetahuan bagaimana menjadi anggota parlemen yang baik," kata Politisi Partai Golkar itu.

Disinggung mengenai anggaran, Ade mengatakan dananya minim.  Ia pun  menyinggung anggaran yang dipergunakan juga bisa dari pengalihan biaya bimbingan teknis (bimtek) anggota dewan.

"Sekarang ini, bimtek sering dijadikan lahan korupsi. Banyak bimtek bodong. Daripada dikorupsi ya sekalian dibikin sekolah saja. Kurikulumnya juga harus terstandar," tukasnya. [mel]

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Posko Kesehatan PLBN Skouw Beroperasi Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:03

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

Kapolri: 411 Jembatan Dibangun di Indonesia, Polda Riau Paling Banyak

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:47

Gibran Salat Id dan Halal Bihalal di Jakarta Bersama Prabowo

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:30

Bonus Atlet ASEAN Para Games Cair, Medali Emas Tembus Rp1 Miliar

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:05

Gibran Pantau Arus Mudik dari Command Center Jasa Marga

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:47

Pengusaha Kapal Minta SKB Lebih Fleksibel Atur Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:38

Pengiriman Pasukan RI ke Gaza Ditunda Imbas Perang Iran

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:25

Bias Layar: Serangan Aktivis KontraS Ancaman Demokrasi dan HAM

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:10

Istana Sebar Surat Edaran, Larang Menteri Open House Lebaran Mewah

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:06

Selengkapnya