Berita

Politik

Ketua PDIP: Hanura, Golkar Dan Nasdem Juga Perlu Berpikir Ulang Untuk Usung Ahok

SABTU, 20 AGUSTUS 2016 | 22:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tampaknya berpikir seribu kali sebelum memutuskan mendukung Basuki T. Purnama pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang.

Karena melihat track record, loyalitas yang buruk, serta political tricky sang calon gubernur incumbent yang akrab disapa Ahok tersebut.

Bahkan Ketua DPP PDIP Andreas H Pareira menyebut tidak hanya pihaknya yang perlu berpikir ulang untuk mengusung Ahok, tapi juga Hanura, Golkar dan Nasdem, yang sudah menyatakan dukungan sebelumnya.


"Namun, parpol-parpol yang sudah mendukung pun, perlu berpikir lagi untuk dukungannya pada Ahok. kalau tidak hendak menjadi korban pragmatisme Ahok," ungkap Andreas (Sabtu. 20/8).

Andreas menyebut demikian setelah mencermati cara Ahok dalam mencapai kekuasaan. Menurutnya, Ahok sebenarnya memang tidak membutuhkan partai-partai politik dan konstituen parpol.

"Ahok lebih melihat parpol hanya sebagai 'kuda tunggangan' nya untuk mencapai tujuan, untuk berkuasa di DKI. Cara berpikir pak Ahok sangat pragmatis semua cara bisa digunakan. Entah itu 'Teman Ahok', entah itu parpol atau apapun alat yang digunakan. Yang penting adalah dia berkuasa," ungkapnya.

Setelah berkuasa dan dirasakan tidak ada manfaatnya lagi maka  Ahok dengan mudahnya akan mencampakan 'alat' yang pernah digunakan untuk meraih kekuasaan. Hal ini terbukti dalam karier politik Ahok yang loncat dari satu parpol ke parpol yang lain.

Lebih jauh dia menjelaskan Ahok memulai karir dengan Partai Indonesia Baru (PIB) untuk jadi Bupati di Belitung. Kemudian loncat ke Partai Golkar ketika menjadi anggota DPR-RI. Loncat lagi ke Gerindra untuk pencalonan Pilgub 2012.

"Ketika terpilih menjadi Wagub dengan mudahnya Ahok meninggalkan Gerindra. Menjelang pilgub 2017 Ahok membentuk Tim Sukses Teman Ahok untuk melalui jalur perseorangan dan berkoar-koar sudah mengumpulkan 1 juta KTP," kata Andreas.

Belum sempat bereksperimen dengn jalur perseorangan, Ahok sudak loncat lagi mencari dukungan dari parpol. Bahkan dari parpol yang pernah dengan mudah ditinggalkan pada 2012.

"Sekarang, konon dukungan dari tiga parpol, Ahok coba  mendekati PDIP yang sebenarnya setia mendukungnya selama 2012 sampai saat ini. Pola yang dipakai Ahok, mengadu domba, memecah belah antara kader dengan kader," ungkap Andreas.

"Ahok dengan licik mencoba mengadu domba antara Djarot dengan partainya PDIP. Berlindung dibalik "ceritanya' tentang dukungan dari Ketum PDIP. Ahok sedang memainkan politik memecah belah," demikian politikus senior ini. [zul]

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

UPDATE

Warga Antusias Saksikan Serah Terima Pengawalan Istana Merdeka oleh Paspampres

Minggu, 15 Februari 2026 | 18:05

Festival Bandeng Rawa Belong Dongkrak Omzet Pedagang

Minggu, 15 Februari 2026 | 17:22

Imlek Berdekatan dengan Ramadan Membawa Keberkahan

Minggu, 15 Februari 2026 | 17:03

Makan Bergizi Gratis: Konsumsi atau Investasi Bangsa?

Minggu, 15 Februari 2026 | 16:44

Kanada Minta Iran Ganti Pemimpin Atau Sanksi Ditambah

Minggu, 15 Februari 2026 | 16:09

Ini Alasan Lembaga Survei Dukung Wacana Pilkada Tak Langsung

Minggu, 15 Februari 2026 | 15:52

Jokowi Sedang Cari Muka Lewat UU KPK

Minggu, 15 Februari 2026 | 15:50

NATO Buka Data Kerugian Gila-gilaan Rusia di Perang Ukraina

Minggu, 15 Februari 2026 | 15:22

Libur Panjang Imlek, Simak 3 Kunci Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 15 Februari 2026 | 14:43

Selain UU KPK, MAKI Desak Prabowo Sahkan UU Perampasan Aset

Minggu, 15 Februari 2026 | 14:40

Selengkapnya