Berita

Ren Qian/Net

Olahraga

Perenang Muda Cina Sabet Emas

Olimpiade
SABTU, 20 AGUSTUS 2016 | 09:42 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sejarah baru kembali tercatat di Olimpiade Brasil 2016. Kali ini dari cabang olahraga loncat indah. Perenang berusia 15 ta­hun asal China, Ren Qian.

Dia memenangi medali emas di nomor renang loncat indah, pada ketinggian 10 meter dan meraih 439,25 poin, unggul dari kompatriotnya yang ada di urutan dua, Si Yajie dengan koleksi 419,40 poin. Sementara di tempat ketiga ditempati atlet asal Kanada, Meaghan Benfeito. Meski begitu Ren tidak puas dengan penampilannya.

"Saya melakukannya dengan baik (raihan medali), tapi menu­rut saya tidak terlalu sempurna," katanya.


Rekor juga diukir oleh kontin­gen Jepang. Untuk pertama ka­linya Negeri Sakura itu meraih medali emas cabang bulu tangkis di Olimpiade. Pasangan ganda putri, Misaki Matsumoto/Ayaka Takahashi secara dramatis men­gungguli pasangan Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl lewat rubber game, 18-21 21-9 dan 21-19.

Kuba juga meraih emas per­tamanya di cabang tinju. Juara dunia tiga kali, Julio Cesar La Cruz menang angka mutlak atas Adilbek Niyazymbetov (Ukraina) di kelas berat ringan. Hebatnya, kelas berat ringan sebelum ini

belum pernah dimenangkan Kuba di Olimpiade. Sementara itu tuan rumah masih bernapas lega setelah mendapat tambahan emas dari cabang layar lewat duo Martine Grael/Kahena Kunze di nomor 49erFX class.

Sampai berita ini diturunkan posisi perolehan medali sementara masih dihuni Amerika Serikat se­bagai pemuncak. Akan tetapi ada kabar tidak mengenakkan yang melibatkan empat perenang mer­eka yang diduga telah melakukan aksi vandalisme di sebuah pom bensin, padahal sebelumnya mer­eka melaporkan telah mengalami aksi perampokan.

Indonesia juga sebernarnya berpeluang menambah medali di Olimpiade 2016. Tapi gagal, menyusul tersingkirnya Toni Syarifudin nomor BMX cabang balap sepeda putra.

Dia mengalami cidera setelah terjatuh saat berlomba pada perempat final, Kamis waktu setempat.

Seperti dilaporkan Antara, kecelakaan terjadi saat Toni melakukan lompatan dalam run kedua. Dia tetap melanjutkan lomba dengan tangan kanan yang cidera hingga finis.

Pelatih tim BMX Indonesia, Dadang Purnomo, mengatakan, Toni mengalami patah tulang bahu sebelah kiri dan tidak dapat melanjutkan lomba. "Jika tidak cidera, Toni sebenarnya berpe­luang masuk semifinal karena ia sudah berada di urutan kelima," katanya.

Dengan tersingkirnya Toni po­sisi Indonesia di klasemen semen­tara perolehan medali Olimpiade 2016 kembali melorot. Setelah melompat cukup signifikan dari 58 ke 39, kini kembali turun. Beruntung merosotnya hanya satu tangga. Indonesia berada di urutan 40 dengan perolehan 1 medali emas dan 2 perak. ***

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya