Berita

Agnez Mo/Net

Blitz

Agnez Mo, Bakat Tak Dieksplore, Anak-anak Kian Nakal

SABTU, 20 AGUSTUS 2016 | 09:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kesibukan Agnez Mo bertambah set­elah berpartisipasi dalam The Voice Kids Indonesia. Namun yang bersangkutan enjoy menjalani. Ia teringat masa men­gawali karier di dunia tarik suara sejak masih anak-anak di era 1990-an. Ke depan, ia berharap anak-anak diberikan ruang mengeksplorasi kemampuan olah vokal.

"Sebenarnya aku miris liat kondisi anak-anak Indonesia kini karena kurang­nya ruang bagi anak-anak mengeksplore bakat yang mereka miliki khususnya di bidang musik. Itu yang lantas membuat anak Indonesia kini lebih cepat matang sebelum usianya sehingga kenakalan di Indonesia yang dilakukan anak-anak meningkat," tutur Agnez.

Pelantun Coke Bottle ini menyadari, waktu jadi penyanyi cilik, teknologi in­formasi belum semaju sekarang. Namun saat ini anak-anak bisa dengan mudah bisa mengakses musik.


"YouTube belum ada dan banyak yang belum ngetop. Kalau sekarang kan perkembangan zaman dan banyak refer­ensi didengar," tandas Agnez.

Segala keuntungan ini mestinya bisa berdampak positif untuk dunia musik Indonesia, yakni dengan bertambahnya variasi karakter vokal yang terbentuk.

"Jadi warna vokal anak ini atau calon bintang ini sangat variatif. Itu satu yang baik, karena perkembangan zaman, aliran musik makin banyak, dan semakin vari­atif," ucap Agnez.

"Kalau dulu penyanyi cilik dituntut harus lagu anak-anak sehingga mer­eka bisa menularkan sifat ke kanak-kanakannya kepada yang lain sehingga mereka nggak cepat dewasa," lanjut pacar pebasket Wijaya Saputra ini.

Meski sekarang menjadi salah satu coach di ajang pencarian bakat itu, Ag­nez tak mau memaksakan keinginannya kepada para peserta.

"Kita nggak bisa maksain anak-anak un­tuk mengikuti keinginan kita. Yang penting buat aku anak-anak memahaman kategori lagu anak-anak dan dewasa itu apa. Kalau referensi kita zaman dulu, lagu anak-anak itu kan pop dan sedikit chizy. Sementara musik sekarang kan banyak komponennya, jadi mungkin aku berusaha menjelaskan pemahaman kategori anak-anak mungkin liriknya aja," beber Agnez yang baru merilis single balada, Sebuah Rasa.

Selama proses audisi, Agnez dibuat kaget karena banyak sekali anak Indone­sia yang memiliki bakat menyanyi yang besar. "Kita duduk kan membelakangi mereka, pas muter bangkunya, sudah sampai bingung banget. Karena suaranya kayak gini datangnya dari anak-anak kecil," kisahnya.

Itu salah satu sebab lain ia bersemangat menjadi salah satu coach.

"Aku sendiri apa yah, mungkin keleng­kapan kalau segi suara sih teknik, harus ada di satu level tertentu. Kan banyak faktor dan elemennya supaya suaranya sampai ke coach," seloroh pesinetron Pernikahan Dini ini.

Audisi telah dilakukan di delapan kota besar yakni Makassar, Yogyakarta, Band­ung, Manado, Ambon, Medan, Surabaya dan Jakarta. Dari ribuan peserta audisi telah terpilih sekitar 150 anak berusia 9 sampai 15 tahun untuk ikut blind audi­tion. Anak-anak pada babak tersebut akan didampingi oleh tiga coach yakni Agnez Mo, Tulus, dan Bebi Romeo.

"Kemampuan tiga coach ini telah teruji. Dengan pengalaman dan kualitas mereka dipastikan pemenang juga akan bagus dan diharap bisa sukses seperti mereka," kata Hendry Wijadi, VP Mar­keting Global TV. ***

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya